Thanksgiving di Banyuwangi untuk Jembatan Antar-Budaya

Sabtu, 22 November 2014 – 08:32 WIB
Konsul Jenderal AS di Surabaya Joaquin F. Monseratte dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. FOTO: ist

BANYUWANGI - Perayaan Hari Thanksgiving Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dipusatkan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada 19-22 November 2014. Hari Thanksgiving sendiri adalah hari untuk mengucapkan rasa syukur dalam tradisi masyarakat AS yang telah berlangsung ribuan tahun. Thanksgiving jatuh setiap Kamis pekan keempat November. Di hari itu, masyarakat berkumpul dengan keluarga dan berbagi makanan tradisional.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan event Thanksgiving yang semuanya dipelopori oleh Kedutaan Besar AS di Indonesia tersebut, diharapkan semakin terjalin kesepahaman global antar-budaya, dalam hal ini Indonesia dan AS. "Terdapat dialog antara Dubes AS dan warga, seniman, budayawan, serta anak muda Banyuwangi. Warga menyampaikan apa persepsi mereka tentang AS. Diharapkan ada upaya saling memahami," ujarnya.

Selain membangun jembatan kebudayaan, dengan acara Thanksgiving diharapkan ada kerja sama yang kian erat dengan AS. Selama ini, sudah ada kerja sama bidang pendidikan antara lain dengan penempatan lima orang pengajar asal AS yang disebar di sejumlah sekolah di Banyuwangi, seperti di Kecamatan Glenmore, Cluring, dan Srono.

Perayaan Thanksgiving di Banyuwangi dihadiri oleh Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert O. Blake, Konsul Jenderal AS di Surabaya Joaquin F. Monseratte, dan sejumlah tokoh lain.

Rangkaian kegiatan Thanksgiving telah dimulai Rabu (19/11) dengan kegiatan transplantasi terumbu karang dengan kelompok nelayan di Banyuwangi yang selama ini telah melakukan banyak aksi nyata pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.

Kemudian, Kamis (21/11), dilakukan dialog budaya antara Dubes AS dan Komunitas Suku Osing di Desa Adat Kemiren. Suku Osing adalah masyarakat asli Banyuwangi. Selain itu, ada talkshow di radio dan workshop tata kelola pemerintahan dan transparansi untuk 20 bupati dan walikota dari wilayah Indonesia Timur bersama dengan Rajawali Foundation. “Workshop ini akan membahas isu penguatan kelembagaan daerah dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa kini dan masa depan,” imbuh Anas.

Selanjutnya, pada Jumat (21/11), rangkaian thanksgiving dimulai sejak pagi dengan olahraga bersama yang dilanjutkan dengan bersih-bersih pantai dan pelepasan anak penyu (tukik) di Pantai Boom. Kemudian siang harinya sebagai kegiatan inti Thanksgiving, Dubes AS akan bermain bersama dengan para pelajar Banyuwangi. “Ini adalah kebiasaan yang mengawali makan malam Thanksgiving. Anak-anak akan diajak bermain permainan tradisional Thanksgiving. Ini untuk membangun jembatan kesepahaman global melalui pendekatan kebudayaan," kata Anas.

Acara berlanjut ke acara inti, yakni makan malam Thanksgiving di pendopo kabupaten yang mempunyai arsitektur hijau. Dubes AS akan mendemonstrasikan cara memasak makanan khas Thanksgiving, yaitu kalkun. Dubes AS menunjukkan cara memotong kalkun, menjelaskan setiap makanan yang disajikan dan menjelaskan tujuan makan malam. "Juga akan disampaikan sejarah Thanksgiving. Warga Banyuwangi akan ikut terlibat dengan adanya pesta rakyat tepat di depan pendopo kabupaten," tambah Kepala Bagian Humas Pemkab Banyuwangi, Juang Pribadi.

Acara masih berlanjut, Sabtu (22/11), di mana Dubes AS akan mengunjungi ruang-ruang publik di Banyuwangi dan berdialog dengan para remaja Banyuwangi yang diundang melalui Twitter. “Sebelum pulang, Dubes AS beserta rombongan akan menyaksikan gelaran Banyuwangi Ethno Carnival di Taman Blambangan,” pungkas Juang. (eri/mas)

BACA JUGA: Seruduk Truk Tronton, Anggota Satlantas Tewas

BACA ARTIKEL LAINNYA... Biksu Bio Luis jadi Tersangka Pencabulan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler