Tidak Mudah Ditiru, Produk Herbal Indonesia Kuat Hadapi Serbuan Barang China

Rabu, 29 November 2023 – 19:46 WIB
Salah satu produk herbal lokal yang terus bertumbuh adalah Gizidat, produk yang terbuat dari madu alam Sumatera, temulawak, dan ekstrak ikan sidat. Foto dok. Gizidat

jpnn.com, JAKARTA - Gempuran produk China ditengarai makin menggeliat di tengah tren e-commerce terutama ketika platform Tiktok buatan negara tersebut mengawinkan platform sosial media dan e-commerce melalui Tiktok-Shop.

Banyak produk asal Cina terutama kategori skincare, fashion, juga mainan anak membanjiri pasar online dalam negeri. 

BACA JUGA: Soal TikTok Shop, Inara Rusli Berharap Ada Pertimbangan Regulasi

"Namun, itu tidak berlaku untuk kategori obat tradisional, produk lokal masih perkasa ketimbang produk luar negeri," kata Nurul Khayatin selaku Manager Pemasaran PT Rumbaka Gung Triwikrama yang merupakan principal Gizidat, Rabu (29/11).  

Salah satu produk herbal lokal yang terus bertumbuh adalah Gizidat, produk yang terbuat dari madu alam Sumatera, temulawak, dan ekstrak ikan sidat. Gizidat dipasarkan secara online di e-commerce, seperti Shopee, Lazada, dan Tokopedia. 

BACA JUGA: 3 Herbal Alami Ini Bikin Kolesterol Tinggi Ambyar

“Penjualan Gizidat sepanjang 2022 telah tembus 20 ribu pieces per bulan, dengan pertumbuhan 7-10 persen. Penjualannya di berbagai e-commerce tidak kalah saing dengan produk-produk Cina,”  lanjutnya.

Nurul mengatakan bahan baku Gizidat yang khas Indonesia menjadikannya sulit ditiru oleh produsen herbal asing.

BACA JUGA: Asam Lambung Naik, Segera Redakan dengan Mengonsumsi 3 Herbal Ini

Produk ini telah dipasarkan selama lebih dari enam tahun dan dikenal dengan manfaatnya memperbaiki pencernaan serta nafsu makan anak.

“Komposisinya yang unik membuat kompetitor tidak mudah menawarkan produk serupa. Sehingga kami cukup percaya diri bisa bersaing dengan produk yang dibuat di luar negeri, atau sekarang misalnya di tengah gempuran produk Cina di Shopee ataupun TikTok,” sambungnya.

Karakter unik herbal inilah yang menyebabkan Nurul tidak khawatir penjualannya menurun karena regulasi pemerintah soal penutupan TikTok Shop. 

Untuk kategori produk kesehatan, penutupan Tiktok Shop sepertinya tidak banyak memberi dampak penurunan penjualan.

Sementara, pengamat ekonomi yang juga CEO Data Driven Asia Muhammad Imran Hirawan, turut meyakini bahwa produk herbal bisa menjadi komoditas andalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Nilai lebih dari produk herbal lokal adalah bahan dasarnya tidak perlu impor.    

“Kalau kami melihat persaingan industri apparel dengan UMKM Cina, kita jelas enggak bisa bersaing. Karena pembuatan pakaian atau jaket itu butuh katun sebagai bahan dasarnya dan kita masih impor kain 99 persen,” katanya.

Konsekuensi dari impor bahan dasar adalah harga barang siap jual yang melonjak tinggi, jika dibandingkan dengan barang yang diproduksi di negara penghasil bahan dasar. Hal itu menjadi masalah karena pola jual-beli masyarakat Indonesia masih menjadikan harga sebagai pertimbangan utama. 

“Kalau misal kita masuk ke e-commerce, ada jaket kulit asli Garut yang kualitasnya bagus, tetapi harganya Rp 800 ribu. Kemudian, ada jaket kulit sintetis yang harganya Rp 250 ribu, saya yakin mereka (masyarakat Indonesia) akan pilih yang lebih murah,” tuturnya. 

Sementara itu, terkait komoditas herbal dan obat-obatan tradisional, Imran yakin secara harga produk tanah air bisa bersaing. Karena Indonesia memiliki banyak jamu dan obat-obatan tradisional yang diproduksi lokal.   

Demi mendongkrak nilai jual produk herbal lokal, Imran pun mengusulkan pemerintah dan produsen untuk bersama-sama menggalakkan edukasi masyarakat soal pentingnya mengonsumsi produk yang sudah tersertifikasi. 

Sertifikasi bukan hanya menandakan suatu produk aman untuk dikonsumsi, tetapi juga meyakinkan calon konsumen bahwa produk tersebut dibuat sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. Bukti kelayakan makin penting karena saat ini banyak produk herbal ilegal yang beredar di pasar.

Imran menjelaskan akreditasi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan Kementerian Kesehatan itu bisa menambah nilai jual. Karena sekarang razia produk yang tidak terdaftar makin sering.

"Artinya BPOM mulai proaktif untuk memberedel herbal dan obat yang tidak terlisensi,” terang Imran. (esy/jpnn)


Redaktur : Natalia
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler