Tiga Perusahaan Akan Go Public

Satu Akan Go Private

Sabtu, 09 Maret 2013 – 03:52 WIB
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya untuk mengejar target penawaran saham perdana initial public offering (IPO) yang dilakukan oleh perusahaan di tanah air. Tercatat, setidaknya akan ada tiga perusahaan yang ancang-ancang untuk melantai di bursa (go public) hingga akhir semester pertama 2013. Sebaliknya, ada satu perusahaan yang hendak menempuh proses go private.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen menyebutkan ketiga calon emiten tersebut di antaranya adalah PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM), PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) dan PT Dharma Satya Nusantara (DSN). Hoesen menjelaskan, ketiga korporasi tersebut diprediksi bakal melangsungkan penawaran saham secara global (global offering).

"Calon emiten telah bertemu dengan BEI. Karena mereka menggunakan buku Desember 2012, sehingga paling cepat proses listing semester pertama tahun ini," jelasnya, Jumat (8/3).

Kendati demikian, Hoesen masih belum bisa memastikan berapa besar persentase jumlah saham yang bakal dilepas ke publik oleh tiga calon emiten tersebut. "Namun kami selalu mengimbau calon emiten untuk melepas sahamnya mendekati 20 persen," jelasnya.

Berdasar kabar di pasar, DSN sendiri yang merupakan perusahaan bidang perkebunan kelapa sawit, hutan tanaman industri, dan industri perkayuan milik Theodore Permadi Rachmat atau mantan petinggi PT Astra International Tbk (ASII), tersebut akan melepas sekitar 15-20 persen sahamnya, dengan target perolehan dana IPO sebesar USD 200 juta. Bahkan, DSN telah menunjuk Ciptadana dan BCA Securities untuk menjadi penjamin pelaksana emisi. Sementara Morgan Stanley dan Credit Suisse merupakan underwritter asing yang dipilih untuk penawaran global.

Executive Director DSN T. Arifin. C enggan membeberkan rencana aksi korporasinya untuk melantai di bursa. Pihaknya juga menyanggah telah menemui pihak BEI untuk mendiskusikan secara lebih lanjut proses IPO tersebut.

"Kami masih belum bisa memberitahukan secara detil, apakah perusahaan kami akan go public atau tidak. Kalau otoritas bursa memberikan pernyataan terhadap korporasi kami, itu hak mereka," ungkap Arifin kepada Jawa Pos.

Sementara itu, MPM merupakan distributor tunggal, penyedia pelayanan purna jual dan suku cadang sepeda motor Honda, untuk wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, belum mengungkapkan kisaran persentase jumlah saham dan target dana IPO yang akan diperoleh. Namun, dikabarkan untuk merealisasikan IPO, MPM telah menunjuk Indo Premier Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. MPM sendiri saat ini memiliki 272 showroom penjualan, 602 bengkel AHASS, dan 932 gerai penjualan suku cadang.
      
Selain itu, perusahaan yang juga akan listing pada semester awal 2013 ini adalah ANJ yang merupakan perusahaan yang fokus di sektor makanan, agribisnis, dan energi terbarukan. ANJ rencananya akan melepas sekitar 20 persen saham baru ke publik. Adapun target perolehan dananya mencapai USD 150 juta. Dalam hal ini, Bahana Securities dan Morgan Stanley akan bertindak sebagai penjamin emisi ANJ.
      
Di lain pihak, satu perusahaan yang akan delisting dari bursa atau menempuh jalan go private adalah Merck Sharp Dohme Pharma, perusahaan farmasi asal AS. Perseroan pun telah meminta kepada otoritas bursa untuk melakukan suspensi terhadap emiten berkode MERK tersebut.

Hal ini lantaran adanya kemungkinan akan muncul spekulasi atas perdagangan saham perseroan, yang dapat merugikan kepentingan pemegang saham publik. "Oleh sebab itu, kami mohon kepada BEI untuk dapat menghentikan sementara (suspensi) atas perdagangan saham perseroan," ungkap Direktur Utama Merck Tan Gooi Cheen. (gal/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kwik Bagi HP Smartfren Andromax 3.5 di MBC 2013

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler