Tiga Rampok Sekap Bos Sembako

Kamis, 17 Mei 2012 – 10:22 WIB

BATAM - Akau Lim, 40, bos toko sembako di komplek Cahaya Garden, Bengkong Laut, Batam beserta  dua karyawannya, Dolly, 32, serta Mahdi, 28, disekap tiga perampok, Rabu (16/5) pukul 02.00 WIB. Sambil mengalungi leher mereka dengan parang, kawanan rampok itu menggasak uang toko dan dompet para pegawainya.

Akibatnya, harta benda milik Akau seperti uang tunai Rp8 juta serta tiga ponsel lenyap dibawa kabur perampok. Dua karyawan Akau juga dikuras dompetnya dan diminta ponselnya. Total kerugian akibat perampokan mencapai Rp12 juta.

"Salah satu perampok itu menendang tengkuk saya hingga kepala saya terbentur ke  lantai. Jadinya jidat sama mata sebelah kiri saya lebam dan berdarah. Rampok itu marah karena saya disuruh telungkup tak mau malah saya tengok salah satu wajah rampok," ujar Akau kepada Batam Pos.

Awalnya, perampokan itu diketahui karyawannya, Mahdi saat akan keluar menuju toilet. Keluar dari kamar tidurnya, Mahdi melihat jendela samping toko bosnya itu terbuka.

"Saya kaget. Kok jendela samping toko terbuka. Padahal sebelum saya tidur, jendela itu sudah dikunci sama bos (Akau)," ujar Mahdi.

Mengetahui ada keganjilan jendela terbuka, Mahdi tak jadi beranjak ke toilet dan memilih memberitahukan ke bosnya. "Saya bangunkan pak cik (panggilan Akau), pak-pak jendela dibuka orang," kata Mahdi.

Akau langsung bergegas keluar dari kamarnya dan mengecek jendela yang terbuka. Namun belum sempat mendekat ke jendela, tiga orang perampok tanpa sebo, langsung mendekat dan menodongkan parangnya ke leher Mahdi dan Akau. "Terkejutlah, tahu-tahu ada tiga orang bawa parang mendekat dan langsung menodongkan parangnya ke leher kami," ujar Akau.

Tiga perampok tersebut langsung menyekap Mahdi dan Akau ke dalam kamar tidur tempat Akau. Perampok tersebut juga sempat membangunkan Dolly dari tidurnya dan ikut disekapnya.

"Kami bertiga disuruh tidur telungkup di lantai kamar tidur. Tangan kami diikat ke belakang semua. Perampok itu mengancam kalau kami teriak minta tolong atau menoleh ke wajah perampok, kami akan digoroknya. Kami takut lah, makanya kami menuruti apa kemauan perampok itu," terang Akau.

Setelah di ikat kedua tangannya ke belakang dan telungkup, salah satu perampok mengacak-acak seluruh isi laci dalam kamar Akau. Tak itu saja, perampok itu juga menuju ke ruang depan tempat jualan dan juga mengambil sejumlah uang dilaci toko.

Saat kejadian, kebetulan lagi hujan lebat. Kawanan perampok yang menggunakan sepeda motor itu sempat menunggu hujan reda dalam toko. Perampokan tersebut berlangsung sekitar sejam. Sebelum kabur, salah satu koordinator perampok sempat menyuruh dua perampok mengikat mulut tiga korbannya, agar tak berteriak minta tolong.

"Bahkan satu rampok itu bilang ke dua kawannya, "lee cepat sikit, sudah kesiangan ini, jarak Nongsa itu jauh," ujar Akau menirukan perkataan rampok.

Selesai membungkam korbannya, ketiga perampok tersebut kabur membawa harta rampokan, keluar melalui jendela yang sudah dicongkel. "Dua rampok badannya tinggi besar, satu orang badannya pendek," terang Akau.(gas/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Napi Teroris Masuk Nusakambangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler