Tiga Unit RHIB Perkuat Jajaran Zona Maritim Tengah Bakamla RI

Senin, 30 Desember 2019 – 23:48 WIB
Salah satu dari tiga unit sarana patroli laut jenis RHIB (Rigid Hulled Inflatable Boats) akan memperkuat zona maritim tengah Bakamla. Foto: Humas Bakamla

jpnn.com, MANADO - Jajaran Zona Maritim Tengah Bakamla RI mendapat penguatan 3 unit sarana patroli laut jenis RHIB (Rigid Hulled Inflatable Boats), di Pangkalan Armada Kamla Zona Maritim Tengah, Manado, beberapa waktu lalu.

Selain untuk patroli perairan dangkal, RHIB merupakan sarpras laut yang digunakan untuk melakukan pengejaran dengan kecepatan tinggi. Unit ini diperuntukkan melakukan operasi di Zona Maritim Tengah yang dianggap rawan unsur keamanan dan keselamata laut (kamlamla).

BACA JUGA: Program Renovasi 867 RTLH Rampung, Gubernur Jatim Tutup Karya Bakti TNI AL

Daerah-daerah tersebut antara lain lintasan kapal dari dan ke Manado-Bitung, titik area wisata, dan lokasi lainnya yang rawan akan kecelakaan laut.

RHIB Bakamla RI ini memiliki spesifikasi teknis antara lain panjang seluruhnya (L.O.A) 8,00 meter, panjang dalam (LWL) 6,60 meter, lebar (width) 2,65 meter, lebar dalam (WLW) 2,1 meter, dilengkapi dengan perangkat marine radio, radar + GPS + echosonder, life jacket, parasut signal, memiliki daya jelajah dengan kecepatan sampai ±30 knot, dan mampu mengangkut 11 personel.

BACA JUGA: Mabes TNI AL Dapat Penghargaan Sebagai Penyetor Pajak Terbesar

Sebelum diserahkan, RHIB ini sudah melewati berbagai uji, seperti dock trial, sea trial, dan uji tembak kapal dengan senjata SS1 pada jarak 30 meter, 20 meter, dan 10 meter.  

Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Tengah Laksma Bakamla Leonidas Braksan berharap  dengan kehadiran penambahan unsur patroli Bakamla RI, dalam hal ini Zona Maritim Tengah dapat optimal dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan di wilayah kerja Zona Maritim Tengah.

BACA JUGA: Bakamla RI Gelar Bakti Sosial di Minahasa Utara

Dengan makin banyaknya unsur patroli yang memperkuat jajaran Zona Maritim Tengah, diharapkan dapat membantu masyarakat pengguna laut dan Pemerintah Daerah setempat maupun instansi terkait dalam mengoptimalkan sumber daya kelautan.

Oleh karenanya diharapkan pula peran serta aktif masyarakat untuk turut menjaga laut dari berbagai bentuk aktifitas ilegal. Komunikasi personel Bakamla RI/IDNCG juga terbuka bahi masyarakat yang ingin melaporkan segala bentuk kejadian yang mencurigakan di laut. Dengan demikian, kejadian dapat ditindaklanjuti untuk mewujudkan situasi aman di laut, dan mendukung upaya kesejahteraan masyarakat.(fri/jpnn) 


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler