Tiket Cawapres PDIP Jadi Rebutan 3 Tokoh, Pakar: Sandiaga Paling Unggul

Selasa, 01 Agustus 2023 – 10:12 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan bakal capres untuk Pilpres 2024 Ganjar Pranowo saat menghadiri pertemuan konsolidasi di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (31/7). Foto: Humas DPP PDIP

jpnn.com, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengumumkan nama lima tokoh yang berpeluang ditunjuk jadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo.

Namun, para pakar berpandangan hanya tiga tokoh saja yang benar-benar punya kesempatan meraih tiket cawapres dari koalisi partai pengusung.

BACA JUGA: Konon, Muculnya Nama AHY Dalam Bursa Bakal Cawapres Ganjar dari Dialog Puan di DPR

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengungkapan bahwa ketiga sosok itu adalah, Menparekrat Sandiaga Uno, eks Panglima TNI Andika Perkasa dan Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar.

Di antara ketiganya, Dedi menilai Sandiaga Uno adalah yang paling cocok untuk Ganjar.

BACA JUGA: Siapa pun Cawapres Ganjar Tinggal Duduk Manis, Kekuatan Pemenangan Sudah Terkonsolidasi

"Keputusan menunjuk capres Ganjar Pranowo ada pada Presiden Jokowi dan (Ketua Umum PDIP) Megawati. Kalau merujuk pada situasi itu, maka Sandi adalah tokoh paling potensial," katanya.

Menyandingkan Ganjar dengan Sandi yang seorang kader PPP, akan menjamin soliditas koalisi parpol pengusung.

BACA JUGA: AHY & Puan Maharani Bertemu di Hutan Kota, Bahas Cawapres Ganjar?

Selain itu, Sandi juga dipandang memiliki kekuatan yang setara dengan Menteri BUMN Erick Thohir, sosok yang paling difavoritan untuk mendampingi Menhan Prabowo Subianto pada Pilpres mendatang.

"Dibandingkan Muhaimin Iskandar atau Andika Perkasa, jelas Sandiaga Uno lebih unggul dalam situasi saat ini," imbuhnya Dedi.

Lebih lanjut, dia bilang, PDIP merupakan parpol yang mementingkan elektabiitas sosok bakal cawapres pendamping Ganjar, dibandigkan jumlah kursi yang dimiliki parpol

Menurutnya, Sandi akan lebih dipilih untuk mendamping Ganjar karena memiliki elektabilitas yang mampu menambah tingkat keterpilihan Ganjar di Pilpres 2024.

"Kalau perbandingan PKB dan PPP, harus dilihat siapa yang akan diusung. Kalau PKB, Muhaimin, dan PPP, Sandiaga, jelas PPP lebih dipilih dibandingkan PKB, karena porsi suara belum tentu bisa memenangkan kandidat," katanya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin mengatakan bahwa sosok bakal cawapres pendamping Ganjar merupakan hak prerogatif Megawati.

"Penentu cawapres Ganjar Megawati," katanya.

Namun ia juga menyampaikan bahwa PPP bisa saja meninggalkan koalisi dengan PDIP bila kelak Sandi tidak dipilih menjadi bakal cawapres pendamping Ganjar.

Menurutnya, kemungkinan itu terbuka tergantung dinamika politik yang berkembang di hari mendatang.

"Bisa jadi hengkang, bisa jadi tidak. Tergantung kepentingan ke depan, kita lihat saja. Tapi yang jelas cari pelabuhan lain, koalisi lain ya bagus. Kalau tidak hengkang pun, akan tersisih dengan PKB," kata Ujang.

Meski begitu, kondisi ke depan bisa berubah mengingat politik yang sifatnya dinamis.

"Tergantung dinamika politik ke depan, semua masih dinamis," imbuhnya.

Untuk diketahui, Plt Ketua Umum PPP, Mardiono sebelumnya telah menyinggung relasi Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ketika memenangi Pilkada DKI 2017.

Pernyataan Mardiono ini sontak membuka kembali wacana reuni duet Anies dan Sandi pada Pilpres 2024.

"Beliau (Sandiaga) berhasil mengantar Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta. Keberhasilan Anies nggak mungkin tanpa andil Sandiaga," ungkap Mardiono dalam pelantikan pengurus DPP Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) di Surabaya, Minggu (30/7) lalu. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler