Tiket KA Ekonomi Naik

Jamin Kipas Angin dan Toilet Bersih

Sabtu, 08 Januari 2011 – 08:21 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berjanji akan meningkatkan pelayanannya kepada penumpang kelas ekonomiPasalnya, mulai hari ini, 8 Januari 2011, PT KAI menaikkan tarif kereta api kelas ekonomi dengan besaran antara Rp 500 hingga Rp 8.500 tergantung jarak tempuhnya

BACA JUGA: Target Penerbitan SBN Bruto Mungkin Diubah



Menurut Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito, penyesuaian tarif baru KA ekonomi ini berlaku untuk kereta api jarak jauh, jarak sedang, jarak dekat, KRL (kereta rel listrik), dan KRD (kereta rel diesel (KRD)
"Besar kenaikan tarif bervariasi, mulai dari Rp 500 sampai dengan Rp 8.500," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung JRC (Jakarta Railway Center) Stasiun Juanda kemarin

BACA JUGA: Indonesia Barat Bakal Dapat Tambahan Daya 1.000 MW



Wimbo menambahkan, penyesuaian tarif ini perlu dilakukan untuk menutupi biaya operasional PT KAI yang selama ini tidak terpenuhi oleh dana public service obligation (PSO)
Menurutnya, penaikan tarif ekonomi ini baru pertama kali dilakukan selama delapan tahun terakhir

BACA JUGA: Perkuat Kelistrikan Indonesia Barat, PLN Gelontorkan Rp 8,9 Triliun

"Sejak 2002, kami tidak pernah menaikkan tarif KA ekonomi, padahal biaya operasional dan perawatan PT KAI terus meningkat," tuturnya.

Wimbo menjanjikan, dana dari kenaikan tarif nantinya untuk memperbaiki fasilitas seperti kipas angin, lampu bordes dan penumpang, kebersihan toilet, dan fasilitas keselamatan seperti alat pemadam api ringan"Selain itu ada restorasi untuk KA jarak jauh dan sedang," lanjutnya.

Sayangnya, kata Wimbo, dalam rangka meningkatkan fasilitas tersebut, PT KA juga seringkali mengalami kendala di lapanganFasilitas yang telah dipasang PT KAI di kereta-keretanya terkadang sia-sia karena ulah vandalisme (perusakan) oknum penumpang"Kita sudah renovasi misalkan untuk pintu, tapi nanti ada yang sengaja diganjal biar nggak bisa ditutupDirusak lagi," ungkapnya.

Demikian juga dengan kursi yang seringkali dirobek atau dicorat-coret sehingga menimbulkan pemandangan yang kurang sedapYang paling parah, masih banyak masyarakat yang melakukan pelemparan terhadap kereta api yang sedang lewatSelain menyebabkan kerusakan pada kaca, lemparan itu juga mengancam keselamatan penumpang"Lemparan batu ini sulit kita atasi," tuturnya.

Tindakan-tindakan anarkis seperti itu yang selama ini menjadi pekerjaan rumah PT KAIPasalnya biaya untuk perawatan dan penggantian fasilitas-fasilitas kereta api itu lumayan besar"Tentu kita ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat, tapi masyarakat juga harus berlaku baik terhadap kereta apiKita seharusnya sama-sama menjaga," tambahnya.

Wimbo juga mengaku masih sulit mengatasi masalah keterlambatan jadwal keretaUntuk saat ini PT KAI masih mengutamakan faktor keselamatan penumpang terlebih dahulu"Masalah keterlambatan itu masih sulit diatasi, karena kan kita masih mau kejar keselamatannya duluKalau keterlambatan masih belum bisa janji karena masih satu track dan sebagainya," cetusnya.

Dia mengaku PT KAI saat ini sedang berusaha memenuhi standar pelayanan dan fasilitas kereta api sesuai Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang ditetapkan pemerintahDia berharap kenaikan tarif kereta kelas ekonomi yang dilakukan hari ini bisa membantu pendanaan PT KAI"Pemerintah akan memberikan kita penalti kalau kita tidak memenuhi pelayanan," tegasnya(wir/kim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Agung: Harga Bahan Pangan Berupaya Ditekan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler