Tim Baru Meluncur, Laka Lantas Menurun

Sabtu, 22 Juli 2017 – 00:03 WIB
Police Line. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Tim Hoofdbureau Cegah Laka (HCL) Satlantas Polrestabes Surabaya baru bekerja selama seminggu tapi hasilnya terlihat cukup positif.
Buktinya, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun.

Keberhasilan diraih tim HCL pada minggu pertama (13-19 Juli). Selama seminggu, hanya terjadi dua kecelakaan.

BACA JUGA: Tabrak Ban, Terlempar Dari Motor, Kritis

Padahal, seminggu sebelumnya (6-12 Juli), terjadi empat kecelakaan.

Dalam dua minggu ini, memang tidak ada kecelakaan menonjol sebagai data pembanding yang signifikan. Misalnya, kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

BACA JUGA: Ada WNA Jadi Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus Medali Mas

''Kita juga tidak berharap seperti itu sih," ujar Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar.

Meski begitu, laka masih tetap terjadi. Kebanyakan lokasi laka berada di kawasan Ahmad Yani.

BACA JUGA: Mabuk, Bawa Motor, Cium Trotoar Jalan

Tepatnya di depan Graha Pena dan depan Giant Margorejo (depan stasiun komuter).

Kejadian tersebut melibatkan kendaraan roda dua dan empat. Ada juga tabrakan sepeda onthel dengan motor.

Adewira menjelaskan, tujuan tim HCL memang mengurangi kejadian laka yang mengakibatkan MD (meninggal dunia).

''Terutama memang yang MD dan luka berat. Misalnya, yang mengakibatkan disabilitas secara permanen," tegas perwira dengan dua melati di pundak tersebut.

Ada satu fakta menarik dari data yang dikumpulkan Satlantas Polrestabes Surabaya.

Korban laka ternyata didominasi pengendara berusia di atas 31 tahun.

Padahal, selama ini sering berkembang anggapan bahwa anak mudalah yang rawan menjadi korban laka.

Sebab, anak muda identik dengan kebut-kebutan dan pelanggaran rambu lalu lintas.

''Sepertinya sekarang umur tidak menentukan labil tidaknya seseorang," kata Adewira, lantas tertawa.

Setelah HCL terbentuk, statistik laka lantas berubah. Terjadi penurunan angka laka. Bedanya lagi, mayoritas korbannya berumur 21 hingga 30 tahun.

Pada 13-19 Juli, terjadi dua kecelakaan. Dua-duanya melibatkan mereka yang masih berada di rentang umur tersebut.

''Untuk umur lainnya tidak terlibat, jadi cuma berhenti di umur itu," ungkap alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 tersebut.

Dia menerangkan, tim HCL hanya beroperasi di jalur rawan kecelakaan.

Misalnya, di sekitar Jalan Ahmad Yani. Jalur tersebut dinilai rawan karena menjadi jalur utama dalam berkendara.

''Dulu jalur rawan itu di Jalan Mastrip, tapi begitu kondisi Jalan Ahmad Yani sudah bagus, mana ada sekarang yang mau lewat Mastrip?" terang Adewira.

Data laka lantas tersebut juga diambil dari penindakan yang mereka lakukan di Ahmad Yani.

Dengan begitu, data itu belum bisa merepresentasikan jumlah kecelakaan di Surabaya secara keseluruhan.

Terutama jalur-jalur yang masih dalam wilayah hukum Polrestabes Surabaya.

''Ini masih bertahap ya, nanti kami usahakan untuk menjangkau beberapa wilayah lain di Surabaya," kata ayah dua anak tersebut. (bin/c7/oni/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bercanda saat Berkendara, Bocah Malah Tabrak Becak


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler