Tim Ekspedisi NKRI 2014 Tanam 213.030 Pohon

Kamis, 05 Juni 2014 – 23:58 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Tim Ekspedisi NKRI koridor Maluku dan Maluku Utara tahun 2014 yang terdiri dari para peneliti, TNI, Polri dan lembaga swadaya masyarakat hingga akhir bulan Mei 2014 telah menanam 213.030 pohon dari berbagai jenis antara lain mahoni, bakau, trembesi, tanjung, kopi, samama putih, palm bintangor dan sengon di Masohi, Tual, Namlea, Saumlaki, Ternate, Tidore, Tobelo serta Labuha.

Hal tersebut dikatakan Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernadus Robert, dalam rilisnya, Kamis (5/6), mengungkap laporan hasil Tim Ekspedisi berkekuatan 832 orang yang berlangsung sejak 6 Februari 2014 lalu.

BACA JUGA: Percepat Pemberian Pesangon Karyawan Sampoerna

Dijelaskannya, hingga saat ini Tim Ekspedisi NKRI telah menjelajahi 213.030 kilometer dan melakukan berbagai kegiatan antara lain penjelajahan, penelitian di bidang kehutanan, flora dan fauna, geologi, potensi bencana, sosial budaya dan komunikasi sosial.

"Di bidang flora dan fauna, tim ekspedisi berhasil menemukan sebanyak 1.724 flora dan fauna baru yang terdiri dari 858 flora dan 765 fauna. Selain itu, Tim ekspidisi juga berhasil menemukan sejumlah temuan lain seperti; 199 temuan di bidang geologi, 105 temuan potensi bencana, 299 temuan kehutanan, 733 temuan sosial budaya," jelasnya.

BACA JUGA: Partisipasi Warga Modal Surabaya Kembali Raih Adipura Kencana

Menurut salah satu tim ekspedisi lanjut Robert, bahwa data hasil temuan tersebut akan digunakan sebagai inventaris untuk sumber referensi geologi, sejarah dan ilmu pengetahuan. Menariknya hasil temuan ini juga digunakan sebagai sumber penentuan kebijakan di saat terjadi bencana alam.

Kegiatan lain adalah melaksanakan 300 kali kegiatan komunikasi sosial yang terdiri dari 135 kegiatan fisik antara lain pengobatan gratis massal, pembangunan jembatan kayu, bedah rumah dan pembangunan MCK, pembangunan masjid, gereja serta perbaikan sekolah dan 165 kegiatan non-fisik. Seperti penyuluhan wawasan kebangsaan dan pengetahuan ramah lingkungan, penyuluhan bahaya narkoba serta penyuluhan bahaya seks bebas di beberapa lingkungan sekolah SMA dan SMP.

BACA JUGA: Risma Kukuh Tutup Dolly Karena Ingin Selamatkan Anak

"Tujuan ekspedisi ini sangat mulia yaitu untuk membangun kepedulian, kebersamaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional melalui program pelestarian lingkungan dan penelitian geologi. Tim ekspedisi yang sama juga pernah dilaksanakan pada tahun 2011 di wilayah Sumatera, tahun 2012 di Kalimantan dan pada tahun 2013 di Sulawesi," imbuhnya.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cara Banyuwangi Kelola Lingkungannya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler