Tim SAR Terus Berupaya Maksimal Mencari 4 Korban Banjir Bandang di Torue

Sabtu, 30 Juli 2022 – 18:38 WIB
Tim SAR gabungan membersihkan tumpukan kayu di tengah laut upaya pencarian empat korban banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (30/7/2022). ANTARA/Moh Ridwan

jpnn.com, PARIGI MOUTONG - Tim SAR belum menemukan empat korban yang hilang terseret banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. 

Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Basarnas mengatakan akan terus mencari empat korban yang hilang tersebut. 

BACA JUGA: Tanya soal Ini kepada Bonge, Neno Warisman Banjir Kritikan

"Operasi SAR hari ketiga masih nihil. Meski begitu kegiatan pencarian tetap berlanjut," kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Palu Andi Sultan di Torue, Parigi Moutong, Sabtu (30/7). 

Dia menjelaskan operasi pencarian dibantu personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, dan potensi SAR serta nelayan setempat. 

BACA JUGA: 6.314 Kepala Keluarga di Garut Terdampak Banjir Bandang

Menurut dia, fokus pencarian, yakni tumpukan material kayu di laut, karena di sekitar tumpukan tersebut menimbulkan bau.

Dari proses pencarian, tim SAR menemukan sesuatu yang mirip dengan bagian tubuh manusia, sehingga benda tersebut dievakuasi ke darat. 

BACA JUGA: Bantuan dari Inspira Bantu Pemulihan Korban Banjir Bandang Leuwiliang

Namun, dokter menyebut kecil kemungkinan benda tersebut bagian tubuh manusia. 

"Meski begitu, benda yang ditemukan tim SAR tetap di bawa ke laboratorium untuk diperiksa. Kami sudah berkoordinasi dengan Inafis Polres Parigi Moutong," ujar Andi.

Dia mengatakan rencananya operasi hari keempat, tim SAR akan membentuk empat grup/SRU menyisir sekitar perairan Torue dengan kekuatan armada cukup memadai. 

"Kekuatan personel memadai, armada pendukung berupa perahu karet siap membantu pencarian sekitar tiga unit milik Basarnas, Polairud dan BPBD Kabupaten Poso, ditambah perahu-perahu nelayan setempat," tutur Andi.

Menurut dia, kendala yang dihadapi tim SAR gabungan saat melakukan operasi, yakni banyaknya tumpukan kayu dan bongkahan rumah tersapu banjir, sehingga menyulitkan kegiatan pencarian, serta kondisi air laut yang keruh membatasi jarak pandang penyelaman.

"Meski begitu kami tetap berupaya semaksimal mungkin, kami juga akan mencoba teknik lain pada operasi hari berikutnya, kami berharap pada pencarian esok hari ada tanda-tanda yang muncul sebagai petunjuk keberadaan korban," kata Andi. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler