Timbun BBM Oknum TNI Keroyok Polisi

Selasa, 20 Maret 2012 – 14:23 WIB

KOTAMANNA--Setelah oknum anggota TNI Kodim 0408 BS yang ribut dengan petugas SPBU, giliran salah seorang perwira Polres Bengkulu Selatan Ipda Robert Masar, jadi korban pengeroyokan terkait masalah Bahan Bakar Minyak. Kejadiannya Senin, (19/3) sekitar pukul 08.45 WIB di SPBU Kutau Kota Manna.

Ironis, Robert Masar tak lain Kanit Reskrim Polsek Kota Manna, dikeroyok oknum purnawirawan TNI Kopka Sn dan anaknya berinisial Jn (19), warga Kelurahan Kota Medan, Kecamatan Kota Manna. Akibat pengeroyokan itu, Robert mengalami memar di kepala belakang. Kancing bajunya lepas. Kejadian ini sontak menimbulkan kehebohan di SPBU yang beralamat di Jalan Kolonel Berlian, Kecamatan Kota Manna.

Data diperoleh, keributan tersebut berawal ketika Robert sedang melaksanakan tugasnya memantau situasi antrean kendaraan mengisi BBM di SPBU Kutau. Giliran mobil yang dinaiki kedua pelaku mendapat masuk untuk mengisi BBM jenis Peremium. Petugas SPBU langsung melayani sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah yakni 22 liter atau Rp 100 ribu.

Setelah pengisian sesuai jatah selesai, kedua pelaku kembali meminta agar mobilnya diisikan atau ditambahkan BBM lagi sebanyak Rp 100 ribu. Karena takut menyalahi aturan, petugas SPBU tidak melayaninya. Namun kedua pelaku terus mendesak agar diberikan tambahan BBM.

Melihat ketegangan itu, Robert yang mengenakan pakaian preman, langsung menengahi. Meminta Jn untuk memajukan mobilnya. Ternyata permitaan Robert tak digubris, malah sebaliknya oknum purnawirawan TNI, Sn marah-marah, turun dari mobil menarik kerah baju Ipda Robert. Saking kuatnya tarikan di leher itu, kancing bajunya lepas. Bersamaan dengan itu, anaknya Jn menyusul keluar dari mobil lalu memukul kepala belakang Robert.
 
Dipukul demikian Robert tidak memberikan perlawanan. Keributan dipisahkan sejumlah petugas SPBU dan masyarakat yang ada di sekitar SPBU. Namun tetap tak reda, anak oknum purnawirawan TNI terus mengamuk mengambil senjata tajam di mobilnya. Melihat hal itu, Robert memilih menghindar meninggalkan SPBU, dan selanjutnya melapor pengeroyokan itu ke Sat Reskrim Polres BS.

Manajer SPBU Kutau Syadikin, SE mengakui kalau adanya keributan tersebut. Bahkan pihaknya ikut memisahkan. "Akhir-akhir ini memang antrean BBM cukup panjang setiap harinya. Penyebabnya itu selain stoknya tidak mencukupi, kendaraan yang antrean juga banyak. Baik motor dan mobil. Nah upaya mengatasi antrean itu sudah kami lakukan dengan menerapkan jatah Rp 100 ribu untuk mobil dan Rp 20 ribu untuk motor," ungkap Syadikin.

Sementara Kapolres BS AKBP Yohanes Hernowo, SIK.MH didampingi Kasat Reskrim AKP Zulfi BA ketika dikonfirmasi tak membantah. Pihaknya akan menindaklanjuti laporan korban sesuai prosedur hukum yang berlaku. Tetap objektif, kendati korban adalah anggota polisi.

"Sesuai laporan, kedua pelaku pengeroyokan bisa dikenakan pasal 170 KUHP Jo 310 serta bisa juga UU Darurat No 12. Jika semua saksi dan bukti sudah lengkap, maka pelaku akan dipanggil. Kemudian kalau tidak diindahkan maka akan dilakukan penjemputan paksa sesuai prosedur," tegas Kapolres.(che)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kalsel Diterjang Badai, Sejumlah Tiang Listrik Rubuh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler