Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jatim di atas 50 Persen

Sabtu, 18 Juli 2020 – 22:18 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto: Aristo Setiawan/jpnn

jpnn.com, MALANG - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan bahwa pada Sabtu (18/7), sebanyak 555 pasien positif COVID-19 dinyatakan sembuh yang merupakan angka kesembuhan tertinggi jika dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa, tingkat kesembuhan pasien yang dinyatakan positif COVID-19 di 18 kabupaten kota yang ada di Jawa Timur, rata-rata berada di atas 50 persen. Diharapkan, angka kesembuhan bisa terus meningkat.

BACA JUGA: PSBB Proporsional Bogor, Depok, dan Bekasi Diperpanjang

"Hari ini yang sembuh di Jawa Timur ada 555 orang, ini merupakan yang tertinggi selama pandemi COVID-19 di Jawa Timur," kata Khofifah, usai melakukan rapat evaluasi penanganan COVID-19, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (18/7).

Khofifah menambahkan, selama sepuluh hari terakhir, Provinsi Jawa Timur mencatat angka kesembuhan paling tinggi jika dibandingkan wilayah lainnya. Dirinya mengharapkan, tingkat penyebaran COVID-19 di Jawa Timur, bisa terus ditekan.

BACA JUGA: Menkes Terawan Bantah Rumah Sakit Jadikan Corona Lahan Bisnis

Secara keseluruhan, lanjut Khofifah, tercatat ada 8.868 pasien positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh atau mencapai 49,17 persen. Sementara untuk pasien terkonfirmasi positif dan sedang menjalani perawatan, tercatat sebanyak 7.816 atau sebesar 43,34 persen.

Sementara untuk jumlah pasien yang meninggal dunia akibat virus Corona di Jawa Timur, mencapai 1.349 orang, atau sebesar 7,48 persen. Khofifah menambahkan, seluruh pihak telah berupaya keras untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayah Jawa Timur.

BACA JUGA: Kasus Corona di Kanada Melonjak, Tempat Hiburan Malam Jadi Pusat Penyebaran

"Mudah-mudahan, makin hari kita bisa meningkatkan angka kesembuhan, makin hari bisa mengendalikan konfirmasi positif, dan makin hari kita bisa menurunkan angka kematian. Semua, sedang bekerja keras," kata Khofifah.

Untuk optimalisasi penanganan COVID-19 di wilayah Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah menambah jumlah rumah sakit rujukan, dari sebelumnya sebanyak 99 rumah sakit, menjadi 127 rumah sakit.

"Ini akan memungkinkan terjadinya relaksasi dari beban rumah sakit, karena sudah lebih banyak rumah sakit yang menjadi rujukan. Sehingga, opsi untuk memberikan layanan semakin banyak," kata Khofifah. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Fajar W Hermawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler