Tingkat Sekolah, Kualitas Level Sirkuit Nasional

Kamis, 25 Agustus 2016 – 23:42 WIB
Kiri ke kanan: Atlet Nasional – Jonathan Christie, Corporate Affairs Director PT Nestlé Indonesia – Debora Tjandrakusuma, Business Executive Manager Beverages PT Nestlé Indonesia – Prawitya Soemadijo, Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI - Ricky Soebagdja, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora RI dan Anthony Sinisuka Ginting sedang melakukan serve sebagai tanda berjalannya SIRNAS-MILO School Competition 2016. Foto: Image Dynamic

jpnn.com - JAKARTA – Milo School Competition kembali akan digelar untuk yang ke-14. Kompetisi bulu tangkis tingkat sekolah usia U-13 dan U-15 akan digelar dengan standar sirkuit nasional.

Kompetisi pun akan berubah menjadi Sirnas Milo School Competition. Business Executive Manager Beverages PT Nestlé Indonesia Prawitya Soemadijo berterima kasih atas dukungan pemerintah sehingga event itu berstandar sirnas.

BACA JUGA: Menpora: Jangan Sampai Ada Mafia di Liga Santri Nusantara

“Semoga melalui sirnas Milo School Competition kami dapat membantu pemerintah dalam melahirkan lebih banyak lagi bibit-bibit atlet bulu tangkis yang dapat menjadi kebanggaan Indonesia ke depannya,” ujar Prawitya, Kamis (25/8).

Event itu telah dibuka di GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru pada 11-16 April 2016 lalu. Acara itu diikuti lebih dari 500 peserta. Kompetisi kemudian berlanjut di Cirebon pada 23-28 Mei.

BACA JUGA: Kabar Baik untuk The Jakmania Soal Ramdani Lestaluhu

Setelah itu di Solo pada 29 Agustus-3 September, Banjarmasin (3-8 Oktober), Surabaya (17-22 Oktober) dan Manado (7-12 November). Total target peserta 3.000 siswa SD dan SMP.

“Meningkatnya standar Milo School Competition menjadi Sirkuit Nasional juga berarti adanya kesempatan yang lebih luas bagi para peserta karena tidak hanya kategori sekolah, klub bulu tangkis juga dapat ikut serta dalam kompetisi ini,” ungkap Prawitya.

BACA JUGA: Ini Target Tuan Rumah di PON XIX

Para juara akan mendapatkan poin sesuai dengan kategori kelompok usia yang akan memengaruhi peringkat peserta di PBSI. Pada kelompok usia U-13, juara satu mendapatkan 200 poin, peringkat kedua 170 poin dan posisi tiga 140 poin. Sedangkan untuk kelompok usia U-15 juara satu akan mendapatkan 300 poin, peringkat kedua 255 poin, serta posisi tiga 210 poin.

Selain itu, keikutsertaan dalam kompetisi sirkuit nasional juga menjadi salah satu syarat untuk proses seleksi pelatnas.

“Melihat perjalanan Milo School Competition dari awal, saya sangat senang kualitas kompetisi ini senantiasa meningkat setiap tahunnya. Setelah tahun lalu menerapkan poin ranking nasional, tahun ini Milo School Competition hadir dengan standar sirkuit nasional,” kata legenda bulu tangkis Indonesia Ricky Soebagdja.

“Menurut saya, hal ini membuat Milo School Competition menjadi wadah yang semakin diperhitungkan dan diminati oleh bibit-bibit pebulu tangkis muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka,” ungkap Ricky. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nanti Malam Undian Liga Champions, Siapa 8 Tim Unggulan?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler