Tingkatkan Kompetensi Peternak Milenial ASEAN Lewat Online Training Kesehatan Hewan

Selasa, 19 September 2023 – 17:47 WIB
Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi pembukaan Online Training on Animal Husbandry and Health Management for ASEAN Countries 2023, Selasa (19/9). Foto: Kementan

jpnn.com, BOGOR - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan menggelar Online Training on Animal Husbandry and Health Management for ASEAN Countries 2023 untuk meningkatkan Kompetensi peternak milenial di kawasan ASEAN.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Satu ASEAN adalah satu kawasan dan satu market yang harus bisa diurusi dengan baik.

BACA JUGA: Kementan Latih Jutaan Petani dan Penyuluh Lakukan Hilirisasi Pertanian

"ASEAN harus menjadi tren kepentingan Global. Terutama dalam manajemen dan Kesehatan Hewan untuk mendukung produktivitas ternak," ungkapnya ketika membuka Online Training on Animal Husbandry and Health Management for ASEAN Countries 2023, Selasa (19/9).

Mentan lebih lanjut menambahkan krisis iklim yang terjadi saat ini membuat ketahanan pangan terganggu dan harus ditanggulangi bersama.

BACA JUGA: Kementan Kawal Sekolah Lapang Genta Organik di Kalimantan Timur

"Pangan menjadi dunia dan cara menghadapi salah satunya kebersamaan. Kita perlu saling dukung dari sisi teknologi, budi daya pertanian termasuk peternakan maupun mekanisasi pertanian," ujar Syahrul.

Karenanya, Online Training on Animal Husbandry and Health Management for ASEAN Countries 2023 ini sangat penting.

BACA JUGA: Polisi Buru Penyebar Hoaks Penangkapan Ustaz Abdul Somad

"Apalagi pertanian sudah membuktikan untuk membangun resistensi global," katanya.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan dalam ASEAN Working Group di Laos 2023, Indonesia mendapatkan tugas untuk melakukan pelatihan online untuk negara-negara ASEAN yang dilakukan oleh BBPKH Cinagara.

Dalam pelatihan online ini akan disampaikan pemeliharaan ternak terutama terkait penyakit hewan yang kerap muncul, terutama selama El Nino.

"Penanggulangan penyakit hewan ternak menjadi bagian untuk meningkatkan produksi ternak kita juga," sebutnya.

Seperti diketahui, peternakan sering kali dihinggapi berbagai permasalahan kesehatan ternak, mulai dari penyakit Mulut dan Kuku (PMK), penyakit lumpy skin disease (LSD), hingga flu burung yang kini menjadi endemik di kawasan ASEAN.

Sebagai pelaksana Online Training, Balai Besar Pelatihan Peternakan dan Kesehatan Hewan (BBPKH) menyediakan kurikulum pelatihan pemeliharaan dan kesehatan hewan.

"Pelatihan ini diikuti oleh 17 orang peternak Milenial dari 8 negara ASEAN dan dilakukan secara simultan selama 3 hari 19-21 September 2023," kata Kepala BBPKH Wasis Sarjono.

Wasis menambahkan pemeliharaan dan kesehatan hewan ternak adalah dua faktor penting dalam menjaga keberhasilan peternakan yang berkelanjutan.

Hewan ternak yang sehat tidak hanya meningkatkan produktivitas peternakan tetapi juga memastikan kualitas produk yang dihasilkan.

Terkait kesehatan ternak dilakukan vaksinasi, perawatan Kesehatan Rutin, manajemen stress hingga pemeliharaan kebersihan dan higienitas.

Dalam menjalankan praktik pemeliharaan dan menjaga kesehatan hewan ternak, pelatihan memainkan peran penting.

"Peternak yang terlatih dengan baik akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan hewan ternak mereka dan cara mengatasi masalah kesehatan yang mungkin timbul. Pelatihan juga dapat membantu mereka mengadopsi praktik terbaru dalam industri peternakan yang berubah dengan cepat," katanya. (rhs/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Karnaval HUT RI di Mojokerto Jatim Mencekam


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler