Tingkatkan Pengawasan, BPOM Akan Gunakan Barcode

Selasa, 21 Maret 2017 – 17:05 WIB
BPOM

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menyatakan, lembaga yang dia pimpin terus berinovasi dalam hal pengawasan obat dan makanan yang beredar di tengah masyarakat.

Secara sistem, tim BPOM gencar melakukan pengawasan terhadap kawasan yang rentan disusupi produk makanan maupun obat berbahaya.

BACA JUGA: BPOM Larang Masyarakat Konsumsi Mi Samyang

Terutama mengawasi lingkungan sekolah dan pasar yang sudah menjadi program di BPOM.

Selain itu, kata Penny, BPOM juga tengah menyiapkan penggunaan teknologi informasi pada produk obat dan makanan yang diedarkan di tengah masyarakat.

"Sedang persiapkan pemasangan QR code. Jadi ada barcode di produk-produk obat, nantinya untuk semua (obat dan makanan). Dari situ ketahuan kalau ada yang palsu atau berbahaya. Masyarakat bisa ikut lakukan pengawasan," ujar dia usai rapat membahas perlindungan konsumen di Kantor Kepresidenan, Selasa (21/3).

Mantan pejabat di Bappenas ini memastikan bahwa pemerintah akan terus melakukan penguatan pengawasan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen.

Terutama pada obat dan makanan. Sebab, kedua produk ini ketika dikonsumsi langsung masuk ke tubuh manusia.

Selain itu, BPOM juga kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian Perdagangan terkait pengawasan penjualan produk ilegal atau yang tidak teregistrasi di BPOM melalui media online.

"Ilegal artinya belum diregistrasi. Penjualan obat dan makanan dibolehkan, kecuali obat yang butuh resep dokter. Kalau suplemen dan makanan diperbolehkan asal teregistrasi dulu," tegas dia.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler