Tinjau Penanganan Banjir di Sintang, Jokowi Beri Perintah ke KLHK

Kamis, 09 Desember 2021 – 05:55 WIB
Presiden Jokowi meninjau progres penanganan bencana banjir di Sintang, Kalimantan Barat, Rabu (8/12). Foto: Humas Kementerian PUPR

jpnn.com, SINTANG - Presiden Joko Widodo menegaskan perlunya upaya memperbaiki lingkungan untuk penanganan banjir jangka menengah dan panjang.

Penegasan itu disampaikan Jokowi saat meninjau progres penanganan bencana banjir di Sintang, Kalimantan Barat, Rabu (8/12).

BACA JUGA: Eman Subekti: Saya Merinding dan Terharu Pak Jokowi Datang ke Sintang

"Saya perintahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta perusahaan-perusahaan swasta besar yang ada di sini untuk membuat persemaian sehingga penanaman kembali dapat berjalan," tegas Jokowi.

Menurutnya, pembangunan tanggul dari geobag berisi pasir merupakan infrastruktur sementara mengatasi banjir Sintang.

BACA JUGA: Menhub Pastikan Bandara Tebelian di Sintang Siap Diresmikan Presiden

Di kesempatan yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan banjir terjadi karena curah hujan tinggi serta daerah tangkapan air di hulu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang banyak berkurang.

"Untuk penanganan jangka pendek, kami pasang geobag yang kuat di area yang tepat, yang terdampak besar, seperti pusat ekonomi kota," ungkapnya.

BACA JUGA: Begini Strategi Menteri Basuki Cegah Banjir Sintang Tidak Terulang

Menteri Basuki sudah menugaskan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 1 dan PT. Wijaya Karya untuk bekerja dan segera menyelesaikan pembangunan tersebut.

"Ini dikarenakan BMKG memprediksi puncak hujan akan terjadi di sekitar Januari - Februari 2022," tuturnya.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko menegaskan pembangunan tanggul dilakukan sepanjang 13,2 kilo meter di wilayah alur Sungai Kapuas dan Sungai Melawi yang terjadi genangan.

"Ditargetkan semua tanggul tersebut selesai Maret 2022, utamanya prioritas yang sepanjang 7,3 kilo meter," ujar Jarot.

Jarot menyampaikan untuk penanganan jangka menengah danau-danau alami di sekitar Sungai Kapuas dan Melawi akan direhab sebagai kolam retensi (retarding basin).

"Tahun depan Ditjen SDA programkan 4 danau yang akan direhabilitasi melalui pengerukan sedimentasi dengan mengerahkan 10 ekskavator amphibi," katanya.

Jarot mengatakan akan memulai survei, investigasi dan desain (SID) untuk pembangunan Bendungan Sungai Pinoh sebagai penanggulangan jangka panjangnya di 2022.

"Ditargetkan bendungan dengan rencana kapasitas tampung 30 juta meter kubik sudah mulai konstruksi di 2023," tuturnya. (mcr18/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Mercurius Thomos Mone

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler