Tinta Merah dari Bamsoet untuk SBY-Boediono di Ujung Pemerintahan

Luncurkan Buku 'Indonesia Gawat Darurat' Berisi Kritikan

Minggu, 31 Agustus 2014 – 17:43 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo dan bukunya berjudul "Indonesia Gawat Darurat" yang diluncurkan di Jakarta, Minggu (31/8). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com - JAKARTA - Politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo meluncurkan buku berjudul “Indonesia Gawat Darurat” yang berisi catatan kritisnya terhadap kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono selama hampir 5 tahun ini. Buku setebal 1000 halaman yang diluncurkan di Jakarta, Minggu (31/8) itu sarat dengan kritik pedas terhadap pemerintah SBY-Boediono.

Bambang saat mengawali sambutan dalam acara peluncuran buku terbarunya mengatakan bahwa “Indonesia Gawat Darurat” memang tidak memuat pujian untuk SBY-Boediono. Alasan yang disodorkan Bambang, karena dirinya sebagai anggota DPR memiliki tugas pengawasan.

BACA JUGA: Dorong Pemangkasan Subsidi Dibarengi Pemberantasan Mafia Energi

“Anggota DPR memiliki tugas dan kewajiban dari rakyat untuk melakukan pengawasan. Jadi buku ini melulu isinya kritik. Buku tinta merah kepemimpinan SBY-Boediono,” kata anggota Komisi III DPR itu.

Pria yang dikenal dengan panggilan Bamsoet itu justru berharap buku terbarunya menjadi kado bagi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang akan segera dilantik pada 20 Oktober nanti. Menurutnya, ketegasan dalam mengambil keputusan diperlukan untuk mengatasi berbagai persoalan.

BACA JUGA: Puan Maharani: Waktu Ikut Gus Dur, Cak Imin Masih Imut

“Saya berharap kepemimpinan Jokowi-JK nanti bisa memberikan pencerahan. Kita tidak mau lagi melihat pemimpin yang tangannya di dada dan mengatakan prihatin dan mengimbau. Kita ingin melihat pemimpin yang telunjuknya di depan, memerintah,” tegasnya.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif yang hadir pada acara itu memuji kiprah Bamsoet selama ini. Dengan nada setengah bercanda, Buya -sapaan akrab Syafii- mengatakan bahwa tebalnya buku karya Bamsoet bisa digunakan untuk menimpuk hewan hingga mati. Namun, justru tebalnya buku itu pula yang dianggap Syafii sebagai bukti produktivitas Bamsoet.

BACA JUGA: Pimpinan MPR Ajak Ulama Aktif Tangkal Paham Radikal

Cendekiasan asal Sumatera Barat itu menambahkan, Bamsoet memang menampilkan wajah lain dari parlemen yang sekarang ini dipandang miring oleh publik. Dengan bersuara vokal dan rajin menulis, Bamsoet dianggap telah meninggalkan catatan penting. “Dan wakil rakyat ya memang harus seperti itu,” ujar Buya.

Sedangkan Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengungkapkan bahwa sosok Bambang bukan hanya produktif soal menulis. Sebab, kata Priyo, rekannya separtai itu kini juga dikenal sebagai “Koboi Senayan” karena terlalu vokal. “Dan Bamsoet telah memberi warna lain bagi parlemen," ucap Priyo.

Sementara pegamat politik M Qodari menilai buku "Indonesia Gawat Darurat" semakin melengkapi predikat yang disandang Bamsoet. “Sudah ganteng, kaya raya, terkenal, vokal, dan rajin menulis,” kata Qodari.

Dipaparkannya pula, buku itu memang terlalu tebal dan belum tentu dibacanya semua. “Tapi ada banyak catatan yang bisa dijadikan referensi saat kita hendak memahami persoalan, misalnya soal Century,” ucapnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi-JK Jangan Mengemis ke SBY untuk Naikkan Harga BBM


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler