Tiongkok Mengintervensi Zoom

Sabtu, 13 Juni 2020 – 03:56 WIB
Logo Perusahaan Zoom. Foto: Nasdaq

jpnn.com - Zoom mengungkapkan pemerintah Tiongkok meminta untuk menghentikan empat pertemuan publik, yang diadakan di platform konferensi video tersebut yang dianggap ilegal.

Pertemuan itu berlangsung pada 4 Juni dalam rangka memperingati 31 tahun tragedi penumpasan aktivis prodemokrasi, di lapangan Tiananmen.

BACA JUGA: Google Duo Sempurnakan Layanannya Seperti Zoom

Dikutip dari Reuters, Zoom, Kamis (11/6), mengaku tidak memberikan informasi pengguna atau konten pertemuan apapun kepada pemerintah Tiongkok.

Selain itu, Zoom juga tidak akan mengizinkan permintaan lebih lanjut dari Pyongyang, yang memengaruhi pengguna di luar negara tersebut.

BACA JUGA: Dua Bayi Harimau Benggala Lahir di Medan Zoo

"Pemerintah China memberi tahu kami bahwa kegiatan ini ilegal di China dan meminta agar Zoom menghentikan rapat dan akun pengguna yang menggelar pertemuan," kata Zoom.

Pernyataan perusahaan tersebut muncul menyusul penutupan sementara tiga akun, satu berbasis di Hong Kong dan dua di Amerika Serikat, setelah mereka mengadakan acara tersebut.

BACA JUGA: Bagi Warga yang Ingin Silaturahmi Virtual dengan Pak Ganjar, Ini Alamatnya untuk Bergabung di Zoom

Zoom memutuskan untuk mengakhiri tiga pertemuan dan untuk sementara, menangguhkan akun penyelenggara pertemuan.

Pasalnya, saat ini Zoom tidak dapat menghapus peserta tertentu atau memblokir peserta dari negara tertentu untuk bergabung dalam rapat.

Zoom mengatakan tidak mengakhiri satu dari empat pertemuan yang dianggap "tidak mengganggu" dikarenakan tidak ada peserta dari China daratan.

Saat ini, Zoom dilaporkan telah mengembalikan tiga akun lain yang pada awalnya ditangguhkan atau dihentikan. (Reuters/ant/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler