Tjahjo: Tim e-KTP Kami Saja Dipalak

Kamis, 06 Desember 2018 – 14:22 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: Humas Kemendagri for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menduga ada gerombolan-gerombolan di Papua, yang diduga sengaja melakukan pelanggaran hukum. 

Bahkan, kata Tjahjo, tim Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mengantarkan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Papua, juga pernah mengalami peristiwa pemalakan.

BACA JUGA: Bongkar Penjualan Blangko E-KTP, Sistem Jebol?

Hal ini diungkap Tjahjo di gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/12) saat dimintai komentarnya oleh wartawan terkait penembakan 19 pekerja Jalan Trans Papua dan satu anggota TNI di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, oleh kelompok separatis bersenjata.  

“Fokus kami adalah meminta kepada jajaran Pemda di Papua, ini kan terkait dana otsus (otonomi khusus) ya, secara komprehensif tidak ada masalah. Tapi, urusan gerombolan ini, itu dia, tim e-KTP kami saja dipalak kok,” kata Tjahjo.

BACA JUGA: Tiba di Nduga, Tim TNI dan Polri Langsung Ditembaki

Mantan sekretaris jenderal (sekjen) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu menuturkan, dalam setiap beberapa kilometer tim e-KTP diadang gerombolan-gerombolan yang kerap meminta uang.

“Setiap tiga kilo ada gerombolan datang, bayar Rp 5 juta,” ungkap Tjahjo.  

BACA JUGA: KKB Tembaki Helikopter TNI Pembawa Jenazah Serda Handoko

Dia berharap persoalan ini menjadi perhatian aparat pemerintah daerah (pemda) di  Papua.

Apalagi, sudah ada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) yang sekarang sudah mengejar. “Saya kira tidak boleh terus-terusan terjadi,” katanya.

Tjahjo mengaku sudah meminta kepada gubernur, bupati, wali kota, serta pemerintah daerah yang ada di situ termasuk Polri, TNI, serta tokoh masyarakat maupun adat, supaya persoalan-persoalan yang prinsip ini jangan sampai menghambat program strategis pembangunan nasional.

“Termasuk programnya pak gubernur, programnya wali kota, bupati. Soal keamanan, ya kita sikat sama-sama, tidak boleh ada gerombolan yang mengganggu konsolidasi pembangunan infrastruktur yang ada di semua daerah,” ujar mantan ketua Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu, itu.

Dia mengatakan, jalannya pemerintahan di Nduga tidak ada masalah meski terjadi peristiwa penembakan oleh kelompok separatis bersenjata tersebut.

“Ya tidak ada masalah, memang Nduga sejak dulu, urusan pilkada ya ruwet. Saya kira faktor geografis, faktor sosialisasi, itu saja,” katanya. (boy/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Buka Jendela, Serda Handoko Kena Tembakan KKB Papua


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler