TNI Tampilkan Pesawat Tanpa Awak di HUT Ke-74 TNI

Minggu, 06 Oktober 2019 – 00:35 WIB
Pesawat Tanpa Awak milik TNI AU. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - TNI pada saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 menampilkan pesawat terbang tanpa awak CH-4 di depan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pesawat yang menggunakan bantuan satelit itu, memiliki kemampuan jangkauan terbang sekitar radius 1.500-2.000 km.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna di hadapan awak media, usai upacara Parade dan Defile HUT Ke-74 TNI tahun 2019, di Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019). 

BACA JUGA: Jokowi Pimpin Upacara Parade dan Defile HUT Ke-74 TNI

“Yang berbeda dengan tahun lalu adalah adanya pesawat tanpa awak CH-4 yang telah dimiliki TNI. Pesawat tersebut, ketika latihan gabungan TNI di Situbondo beberapa waktu lalu, sudah melaksanakan penembakan menggunakan rudal dan hasilnya sangat baik,” tutur Panglima TNI.

Selanjutnya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, dalam perayaan Hari Ulang Tahun TNI ke-74 dilaksanakan secara normatif, mulai dari parade pasukan sampai dengan defile kendaraan-kendaraan tempur.

BACA JUGA: HUT Batik Nasional 2019, Yayasan Batik Indonesia Rayakan Lewat Cara ini

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto (kedua kanan). Foto: Puspen TNI

BACA JUGA: Pesawat Terbang Tanpa Awak, Hadiah untuk HUT Kemerdekaan ke 71

“Di hari HUT ke-74 TNI juga menampilkan banyak hasil produksi  buatan Pindad, khususnya adalah kendaraan-kendaraan tempur, itu yang spesial pada hari ulang tahun ke-74 TNI hari ini,” ucap Panglima TNI.

Panglima TNI juga menjelaskan bahwa, pesawat Boeing 737 ditampilkan untuk memonitor jalannya upacara HUT TNI, hasilnya bisa dilihat sendiri, apa yang terjadi di udara. 

“Kita tidak tahu, namun bisa di monitor oleh pesawat Boeing 737 dan ditampilkan dihadapan kita dengan real time,” katanya. 

Di sisi lain, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa TNI menggelar kekuatan dalam rangka mendukung Polri di beberapa tempat, termasuk di Jayapura dan Wamena. “Tujuannya adalah memberikan kepercayaan kepada masyarakat yang ada  di Wamena, dilaga, termasuk sipil,” ujarnya.

“Stabilitas keamanan terus akan kita jaga, sehingga perekonomian di wilayah - wilayah tersebut dapat berjalan dengan baik. Itu yang kita upayakan dan sudah berkoordinasi dengan Menpupera, akan segera merehabilitasi gedung-gedung yang rusak termasuk akan dibangun hunian sementara untuk para pengungsi,” jelasnya.

Terkait dengan logistik, Panglima TNI menyatakan bahwa tidak ada masalah, seperti bantuan kesehatan termasuk dapur lapangan, di Wamena semuanya berjalan dengan baik. Khusus di Wamena yang berada di Koramil, Kodim maupun Polsek masih ada sekitar kurang lebih 3.800 pengungsi. Sedangkan di Jayapura diperkirakan sekitar kurang lebih  8.600 pengungsi, tapi yang ada di penampungan, kurang lebih 3.500, sedangkan 5000 pengungsi  ikut saudaranya yang ada di wilayah Jayapura.

“Dengan demikian banyak masyarakat Papua atau masyarakat pendatang menginginkan bahwa, permasalahan di Papua segera tuntas dan stabilitas keamanan juga bisa dikembalikan seperti sedia kala,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo saat memimpin Upacara HUT ke-74 TNI dalam sambutannya, mengatakan pemerintah akan meningkatkan anggaran pertahanan pada 2020. Paling sedikit, anggaran pertahanan akan dinaikkan menjadi Rp 131 triliun. “Alokasi anggaran pertahanan tahun 2019 sebesar Rp 121 triliun akan dinaikkan menjadi lebih dari Rp 131 triliun di tahun 2020,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas kerja bagi prajurit TNI. Selain meningkatkan anggaran, pemerintah juga mengupayakan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka waktu 30 tahun ke depan. 

“Pemerintah juga akan meningkatkan tunjangan kinerja  TNI menjadi 80 persen di tahun 2020," katanya.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler