Todong Pisau ke Security, Dul Ditangkap

Minggu, 30 September 2018 – 15:20 WIB
Napi diborgol. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Polda Jatim berhasil membekuk duo bandit pembobol brankas yang hendak beraksi di kawasan Benowo, Surabaya.

Abdullah dan Mustofa merupakan kawanan bandit yang paling dicari dalam sebulan terakhir. Sebab, aksi kejahatan mereka tergolong sadis.

BACA JUGA: ATM BRI Rusak, Nyaris Dibobol

Mereka bersama lima rekannya yang masih buron telah menyekap dan menodongkan pisau ke dua petugas sekuriti di kawasan Kediri saat membobol brankas Agustus lalu.

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim meringkus keduanya setelah berhasil melacak bos komplotan itu, Abdullah.

BACA JUGA: Anis Tega Bobol Brankas Panti Asuhan

Pada 12 September lalu, tersangka yang akrab dipanggil Dul tersebut diketahui berkeliaran di kawasan Benowo bersama Mustofa.

''Lagi memetakan sasaran,'' ujar Plh Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela saat ditemui Jawa Pos.

Keduanya ditangkap sekitar pukul 01.00. Saat itu Dul kedapatan membawa sebuah celurit. Berdasar hasil pemeriksaan, celurit itu dibawa untuk jaga-jaga.

Setelah ditelusuri, senjata tersebut merupakan barang yang digunakan untuk mengancam dan menyekap dua petugas sekuriti Agustus lalu.

Duo bandit itu tengah mengamati sebuah toko bangunan di Jalan Raci, Benowo. Mereka merokok sambil berdiskusi.

Setelah selesai penggeledahan, Dul dan Mustofa langsung dikeler ke rumahnya di kawasan Sumberasih, Probolinggo.

Keduanya diketahui tinggal sedesa. Yakni, di Dusun Krajan, Sumberbendo, Sumberasih, Probolinggo. Mustofa merupakan tangan kanan Dul.

Karena itu, tidak heran jika celurit yang hampir sama ditemukan di rumahnya. ''Keduanya otak dan eksekutor,'' kata Leonard.

Kanit IV Premanisme Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKP M. Aldy Sulaeman menuturkan, perencanaan dua penjahat itu sangat rapi.

Beberapa aksinya di area Tulungagung dan Kediri hanya sedikit yang berbekas. Namun, pepatah tidak ada kejahatan yang sempurna mengemuka pada 1 Agustus lalu.

Saat itu mereka berencana membobol brankas sebuah toko bangunan di Purwodadi, Kras, Kediri. ''Komplotannya tujuh orang,'' ucap Aldy.

Aksi yang sudah tersusun rapi itu ternyata diketahui dua petugas sekuriti toko tersebut, Putut Kariyono dan Agung Hariyanto. Ketika itu komplotan tersebut baru saja melompat pagar sekitar pukul 02.00.

Dua petugas sekuriti itu langsung diancam dengan menggunakan dua celurit yang dikalungkan ke leher.

Anggota Dul cs segera menggiring mereka ke dalam toko. Para bandit itu mengambil lakban hitam.

Mereka segera melilitkanya ke kaki, tangan, mulut, mata, dan telinga dua sekuriti malang itu.

Para bandit tersebut segera beraksi setelah berhasil melewati rintangan pertama. Dengan menggunakan linggis, mereka berusaha menjebol kotak brankas penyimpanan uang.

Polisi menyebut ada uang lebih dari Rp 70 juta di dalamnya. Namun, hingga subuh tiba, kotak pengaman berbahan dasar besi baja itu belum juga terbuka. Niatnya diurungkan.

''Aksi gagal. Daripada makin repot nanti pas ganti sift jaga, mereka kabur,'' ungkap mantan Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu.

Sebelum kabur, mereka menggasak dua handphone Putut dan Agung. Selain itu, mereka menggondol sebuah TV LED berukuran 32 inci (mir/c15/ano/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler