Tokcer! Tips Cari Pasangan Lewat Aplikasi Kencan

Sabtu, 23 Januari 2021 – 19:56 WIB
Ilustrasi wanita. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ingin mencari pasangan memanfaatkan aplikasi kencan?

Sebaiknya baca dulu tips-tips yang disampaikan psikolog klinis Pingkan Rumondor.

BACA JUGA: 11 Manfaat Teh Delima! Dari Masalah Reproduksi, Jantung Hingga Diabetes

Menurutnya, sebagai langkah pertama siapkan sejumlah hal terlebih dahulu.

"Ada beberapa hal yang perlu anda established dulu sebelum mencoba (aplikasi kencan)," ujar dia dalam OkCupid Live Virtual Talkshow, Sabtu (23/1).

BACA JUGA: 9 Mitos di Dunia Kecantikan, Ladies Perlu Tahu!

Langkah pertama, harus tahu terlebih dahulu tujuan mencari teman baru, hubungan enggak long lasting atau mau mencari yang untuk long term bisa lanjut ke pernikahan.

Saat ini ada beragam aplikasi kencan yang tersedia dengan fitur berbeda-beda.

BACA JUGA: Mata Kering Akibat Gunakan Masker? Begini Tips Mengatasinya!

Carilah aplikasi yang bisa mendukung tujuan, misalnya memfasilitasi pertanyaan-pertanyaan yang penting.

Apabila berencana mencari pasangan yang bisa berlanjut ke pernikahan, sebaiknya tentukan kriteria yang spesifik.

Misalnya, sosok yang baik, tentukan indikator sifat-sifat yang sesuai dengan "baik".

Bisa saja memaknai "baik" itu dengan suka mendengarkan dan sebagainya.

"Seringkali orang menjawab 'ingin yang baik, setia, beriman'. Supaya efektif, tentukan kriteria spesifik yang menjadi indikator sifat-sifat itu. Misalnya, orang baik itu menurut saya yang mendengarkan," ucap Pingkan.

Anda bisa mulai dengan membangun pertemanan, menyortir sosok-sosok yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang anda punya.

Tidak ada salahnya memprioritaskan orang-orang yang menunjukkan minat dan usaha lebih, ketimbang yang sebatas menyapa dengan kata "hai".

Pingkan merekomendasikan untuk tidak menanggapi semua orang yang mengajak berkenalan, untuk meminimalisir overload pilihan yang berujung menyusahkan dalam memilih.

Tentukan filter diri, jangan tanggapi orang-orang yang tidak sesuai dengan value anda sekaligus meminimalisir terbawanya ke dalam hubungan berbahaya.

Deskripsikan secara jelas apa yang baik dan tidak untuk Anda. Hal ini termasuk membatasi dalam meminjamkan atau memberi materi seperti uang dan barang-barang.

Selain itu, perlu memiliki batasan emosi. Anda yang bertanggung jawab menenangkan diri Anda.

"Jadi, ketika orang lain marah, sedih, kecewa itu tanggung jawab dia menenangkan dirinya. Mempunyai batasan emosi artinya kita tidak mudah merasa sedih kalau orang sedih. Ciri hubungan tidak sehat, orang menyalahkan kekecewaannya ke kita, 'Gua kecewa abis elo sih'. Itu tanda-tanda orang berusaha melewati batasan emosi kita," kata Pingkan.


Saat Sudah Menggunakan Aplikasi

Kemudian, saat mengisi profil sebaiknya jujurlah. Taruhlah foto yang memang mewakili diri tanpa melebih-lebihkan atau mengurangkan sesuatu.

Brand Ambassador OkCupid Indonesia Andrea Gunawan (@catwomanizer), yang berpengalaman memanfaatkan aplikasi kencan, menyarankan tidak memberi nomor telepon pribadi pada orang yang belum dikenal dengan baik.

Gunakan lebih dulu fitur komunikasi dalam aplikasi untuk melindungi diri.

Selain itu, cobalah melakukan verifikasi data profil orang yang mengajak berkenalan.

Jangan percaya 100 persen pada data yang tertera di profilnya. Gunakan intuisi.

Bagi kaum hawa yang khawatir bertemu pria hidung belang yang berorientasi pada hubungan seksual, pelajari bagaimana dia berkomunikasi.

"Sekadar menyapa dengan 'hai', main fisik, ajak chat berbau sensual itu red flag. Sudah sedikit melecehkan kalau dia berkomentar soal sisi sensual. Kalau masih chat di aplikasi, sebaiknya jangan tanggapi," tutur Pingkan.

Tolaklah orang yang meminta swafoto dengan tujuan apa pun termasuk melakukan verifikasi.

Anda punya kekuatan untuk melakukannya. Foto profil di aplikasi sebenarnya sudah bisa mewakili gambaran wajah.

Jika perempuan dan berniat memulai percakapan pada orang yang membuat anda tertarik, boleh-boleh saja asalkan sesuai dengan nilai-nilai yang anda punya.

"Perempuan chat duluan? Ya bolehlah. Hanya balik ke value Anda masing-masing, bukan value orangtua. Apa Anda oke menyapa duluan," kata Pingkan.

Dia mengatakan, penting bagi Anda yang menginginkan hubungan solid melandasinya dengan pertemanan yakni saling kenal, jujur, mengapresiasi keberadaan masing-masing, terbuka.

Hal ini akan mempermudah Anda menjalani relasi yang umumnya mengalami pasang dan surut.

Hubungan solid yang di dalamnya terdapat apresiasi, saling kenal, jujur, melihat dengan cara pandang yang kurang lebih sama menjadi penting saat Anda menghadapi stres.

Anda jadi bisa cenderung lebih mudah menyelesaikan masalah dengan pasangan atau di luar hubungan Anda.

Pingkan mengatakan, di masa pandemi belakangan ini, orang-orang yang kesulitan langsung memilih bertemu daring, termasuk untuk urusan mencari pasangan.

Aplikasi kencan daring bahkan menjadi pilihan bukan hanya orang di 21-40 tahun, tetapi juga rentang usia 50-60 tahun ke atas.

Data OkCupid menunjukkan, terjadi peningkatan 280 persen penggunanya melakukan virtual date pada bulan April dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Ketika hubungan fisik tidak lagi menjadi pilihan utama bagi banyak orang, terdapat peningkatan yang signifikan terhadap hubungan secara virtual yang biasanya berdiskusi mulai dari kasus perubahan iklim hingga memasak.

Data juga menunjukkan, terdapat penurunan sejumlah 20 persen pengguna yang memilih untuk mencari hubungan sekadar main-main atau short-term relationship.

Sebanyak 43 persen pengguna menginginkan hubungan yang jangka panjang atau mencari pasangan yang serius untuk diajak ke jenjang pernikahan.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler