Tokoh Muda Nahdlatul Ulama Minta PBNU Pecat Mardani Maming

Kamis, 28 Juli 2022 – 09:52 WIB
Mardani H Maming (kanan) di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (2/6). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) kultural KH Maman Imanulhaq mendesak PBNU memecat Mardani H Maming dari kepengurusan organisasi Islam terbesar itu.

Desakan muncul setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Mardani Maming sebagai tersangka dan daftar pencarian orang (DPO).

BACA JUGA: Denny Indrayana Tuding KPK Menyabotase Praperadilan Mardani Maming

Mardani Maming merupakan bendahara umum nonaktif PBNU berstatus tersangka kasus penerimaan suap pada pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Kiai Maman tidak paham alasan PBNU masih saja mempertahankan nama Mardani Maming yang berstatus tersangka dan jadi DPO sebagai bendahara umum.

BACA JUGA: Begitu Berat Ancaman Diterima Brigadir J sebelum Kematiannya, Diceritakan kepada Sang Ibu

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka itu memandang sikap PBNU yang seolah menunjukkan pembelaan terhadap Maming, menambah gejolak di tubuh NU kian besar.

Hal itu menurutnya berbeda dengan sikap PDI Perjuangan sebagai partai yang menaungi Maming, jelas-jelas menyatakan tidak akan mengintervensi proses hukum di KPK.

BACA JUGA: Semua Ajudan Ferdy Sambo di TKP saat Brigadir J & Bharada E Baku Tembak? Oh

"Sikap PBNU dalam kasus ini sudah tidak relevan dengan misi NU yang mengajarkan jemaahnya untuk mendukung negara, termasuk juga pada penghormatan dan kepatuhan hukum yang berlaku di Indonesia," kata Kiai Maman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/7) malam.

Kiai Maman pun berharap PBNU mengambil langkah tegas untuk segera memecat Maming.

Anggota DPR RI itu menyebut itu satu-satunya cara yang dapat memberi pesan kepada khalayak bahwa NU masih dijalankan dengan rasional serta profesional.

Meskipun PBNU sudah telat mengambil sikap, tetapi Kiai Maman menilai itu masih jauh lebih baik ketimbang tetap mempertahankan sampai Maming ditangkap KPK dan dijebloskan ke penjara.

"Terlalu besar harga yang dibayar untuk mempertahankan seorang Maming di PBNU, yang pada akhirnya merusak reputasi NU sebagai ormas terdepan pendukung NKRI," ujar Kiai Maman. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler