Tokoh Tionghoa Kompak Dukung Gagasan Kiai Ma'ruf

Selasa, 28 Februari 2017 – 16:57 WIB
Budi Santoso Tanuwibowo. Foto; Ist for JPNN

jpnn.com - jpnn.com - Dukungan terhadap gagasan Rais Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH Maruf Amin tentang pertemuan para tokoh nasional guna membahas masalah kebangsaan terus mengalir.

Banyak tokoh Tionghoa yang sependapat dengan gagasan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

BACA JUGA: Kiai Maruf Ogah Bertemu Ahok, Bagaimana Kalau Anies?

Setelah Eddie Lembong, kini giliran pengurus pusat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) mengaku mendukung penuh gagasan Kiai Ma'ruf tersebut.

Dukungan PP Perhimpunan Indonesia Tionghoa itu diungkapkan Sekretaris Jenderal INTI Budi Santoso Tanuwibowo.

BACA JUGA: Dasco Ajak Teguhkan Empat Pilar Demi Kedaulatan Bangsa

Menurut Budi, gagasan Kiai Ma'ruf bertujuan untuk kebaikan bangsa sehingga wajib disambut dengan baik.

Apalagi, gagasan tersebut datang dari seorang tokoh senior dan dihormati di kalangan muslim.

BACA JUGA: Tokoh Tionghoa Dukung Gagasan Kiai Maruf Amin

"Menurut saya, rembuk nasional, dialog nasional, silaturahmi nasional yang datang dari siapa saja, selama tujuannya baik harus kita sambut dengan baik. Karena yang kita lihat kan tujuannya yang mulia," kata Budi di Kantor INTI, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/2).

Ya, sebelumnya Kiai Ma'ruf mengatakan, perlu adanya dialog nasional yang nantinya akan menyatukan seluruh potensi bangsa.

Hal itu ditujukan untuk menepis banyaknya prasangka buruk yang beredar dan berpotensi memecah persatuan nasional.

"Jangan sampai ada kecurigaan, ada prasangka, ada praduga yang tidak tepat dan membuat kesalahpahaman," ungkap cicit ulama besar Syekh Nawawi Al Bantani itu.

Terkait gagasan besar Kiai Ma'ruf itu, Budi berharap, dapat terlaksana dan akan menjadi "gong pertama" yang kemudian menjadi agenda berkelanjutan.

Di dalamnya melibatkan semua pihak, baik dari unsur agama, etnis, organisasi, dan pemerintah yang semuanya sepakat bahwa Indonesia adalah negara yang beraneka warna dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

"Rembuk nasional, dialog nasional ini diharapkan bukan rembuk yang sifatnya sekali lalu sudah tidak ada lagi.  Tapi sebagai awal yang kemudian berkelanjutan," tuturnya.

"Nah, ajakan dari orang yang sama-sama mencintai Indonesia di situ kami sambut dengan baik. Mungkin awalnya dialog, dari dialog tersebut mungkin muncul gagasan lebih lanjut, kemudian menjadi saling silaturahmi, dan silaturahmi ini memang kegiatan yang harus rutin dilakukan," tutur Budi.

"Saya ibaratkan rumah, rumah itu dibangun baru, nggak usah ditempatin, didemin saja juga rusak. Berarti kan harus dirawat, harus diperbaiki terus. Demikian juga silaturahmi, harus dibangun terus berkelanjutan," pungkasnya. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Panglima Tegaskan TNI Perekat Kebhinekaan


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler