Tolak Dikotomi Sipil-TNI, Politisi PKS Lirik Pramono Edhie

Kamis, 13 Maret 2014 – 04:40 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak akan mendikotomikan latar belakang calon presiden maupun calon wakil presiden mendatang berdasarkan latar belakang sipil maupun militer. Sebab, bagi partai pimpinan Anis Matta itu persoalan integritas dan rekam jejak justru lebih utama.

Menurut Ketua DPP PKS, Aboe Bakar al-Habsy, saat ini sudah bukan eranya lagi mendikotomikan antara sipil dan militer. Ia beralasan bahwa calon presiden berlatar belakang militer atau sipil bukan persoalan asalkan tidak lagi menarik TNI ke ranah politik dan tetap menjunjung tinggi supremasi sipil.

BACA JUGA: Mega Ajak Jokowi Nyekar ke Makam Bung Karno

Pria yang dikenal dengan sapaan Habib Aboe itu mengatakan, harus jujur diakui bahwa masih banyak publik yang menganggap capres ideal berasal dari militer. “Bila mayoritas rakyat berfikir demikian apa boleh dikata, parpol dan politisi harus menyadari kondisi itu,” katanya melalui layanan BlackBerry Messenger, Rabu (12/3) malam.

Namun, lanjutnya, yang penting adalah kualitas hubungan antara capres dengan rakyat. Aboe menegaskan, pemilih saat ini sudah semakin cerdas sehingga mampu membandingkan track record para capres yang ada.

BACA JUGA: Dukung Dahlan Iskan Masuk Partai Demokrat

PKS sendiri sudah memiliki tiga kandidat capres hasil Pemilihan Raya (Pemira) yang digelar akhir tahun lalu. Hasilnya, bakal capres PKS berdasarkan suara Pemira adalah Hidayat Nur Wahid, Anis Matta dan Ahmad Heryawan.

Aboe menegaskan, bisa saja terjadi nanti muncul duet sipil dan militer di Pilpres 2014 nanti. “Misalkan Anis Matta dengan Pramono Eddie. Saya rasa itu dua nama tersebut masih bersih track record-nya dari persoalan HAM dan lain sebagainya,” cetusnya.

BACA JUGA: Cawapres Eksternal atau Internal PDIP, Elektabilitas Jokowi Tak Tersaingi

Ditambahkannya, meski jenderal tetapi jika rekam jejaknya tidak baik pasti akan ditolak publik. “Yang perlu dicatat adalah bila nantinya capres berlatar belakang militer yang menang, harus tetap menjaga kualitas demokrasi dan penegakan HAM di republik ini,” pungkasnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terdakwa Kasus Chevron Harapkan Keadilan di Pengadilan Banding


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler