Tolong, Pak Presiden, Petani Sawit Kesulitan, Harga Pupuk dan Herbisida Tinggi Banget

Minggu, 22 Mei 2022 – 12:51 WIB
ASPEKPIR menyebut persoalan petani sawit tak hanya seputar harga crude palm oil (CPO) yang anjlok akibat larangan ekspor. Foto: ANTARA/Nanang Mairiadi

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR) menilai persoalan petani sawit tak hanya seputar harga crude palm oil (CPO) yang anjlok akibat larangan ekspor.

Ketua ASPEKPIR Kalimantan Barat Marjitan mengatakan harga pupuk dan herbisida sangat mahal.

BACA JUGA: Jelang Pembukaan Ekspor CPO Besok Senin, 23 Mei 2022 Sebegini Harga TBS Sawit

Hal itu menyebabkan nilai tukar petani tergerus.

Dia berharap pemerintah memberikan perhatian pada petani terkait pupuk dan herbisida.

BACA JUGA: Larangan Ekspor CPO Dicabut, Petani Sawit Berterima Kasih ke Pak Jokowi

"Ada satu hal yang perlu perhatian pemerintah yaitu dengan tingginya harga pupuk dan herbisida. Tingginya harga, menjadi biaya rawat meningkatkan. Hal itu bisa mengurangi nilai tukar petani atau pendapatan petani," ucap Marjitan di Pontianak, Minggu (22/5).

Selain itu, Marjitan berharap harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit bisa cepat kembali normal saat penerapan ekspor dibuka.

BACA JUGA: Mulyanto: Petani Sudah Tidak Tahan Menanggung Beban Anjloknya Harga TBS Sawit

“Larangan ekspor CPO dicabut oleh pemerintah dan ekspor dibuka kembali pada Senin, 22 Mei 2022. Harapannya, dengan kebijakan itu harga TBS sawit di tingkat petani yang sempat anjlok kembali normal,” ujarnya

Marjitan menjelaskan saat ini harga sawit terutama di tingkat petani sempat anjlok menjadi Rp 2.000 per kilogram saat larangan ekspor CPO beserta turunannya diberlakukan.

Namun, dengan dicabutnya larangan ekspor CPO membuat petani kembali bergairah dan berharap bisa meningkatkan harga komoditas tersebut.

"Ekspor CPO dibuka kembali maka harga TBS sawit di tingkat petani diharapkan akan normal kembali. Itu yang kami kawal. Saat ini petani bersyukur dan kembali bergairah," jelas dia.

Menurutnya, normalnya harga sawit menambah semangat petani untuk menanam atau budi daya juga akan meningkat baik melalui program yang digalakkan pemerintah berupa Peremajaan Kelapa Sawit (PSR) maupun secara swadaya.

"Kami prediksikan keperluan bibit siap edar tentu akan meningkat dengan gairah sawit semakin baik," ucap dia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo melalui keterangan resminya Kamis (19/5) menyampaikan bahwa keran ekspor CPO dan minyak goreng dibuka kembali mulai 23 Mei 2022.

Disbunak Kalbar pada 17 Mei 2022 memutuskan patokan harga TBS sawit yang wajib dipedomani dan menjadi acuan setiap PKS atas TBS, yakni yang tertinggi Rp 3.628,78 per kilogram umur 10-20 tahun. Sedangkan harga terendah sebesar Rp 2.710,35 per kilogram sawit umur tiga tahun. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler