Tomcat Masuk Bandung

Senin, 26 Maret 2012 – 10:20 WIB

BANDUNG - Peringatan dari para pakar serangga agar jangan menepuk tomcat saat higgap di tubuh, rupanya belum sampai ke warga, terutama di kampung-kampung. Ini terjadi di pemukiman penduduk di RT1 RW5 Kampung Cirangang, Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.

Hendar (36), seorang warga, menceritakan pada Sabtu (24/3) malam, saat dirinya bersama warga lainnya sedang menyaksikan pertandingan sepakbola antara Persib Bandung melawan Persiba Balikpapan lewat tayangan TV di rumahnya, tba-tiba muncul tomcat.

“Warga melihat sekumpulan serangga mengerumuni lampu neon di rumah saya. Saat mau ditepuk, ternyata serangga tersebut mirip tomcat yang sedang ramai dibicarakan di media massa” ujarnya kepada Bandung Ekspres (grup JPNN), kemarin (25/3).

Serangga tersebut tiba-tiba datang dan jatuh tepat di hadapannya. Mulanya datang satu ekor namun datang lagi dua ekor. Karena takut dia pun langsung mengamankannya dengan cara memasukan dan disimpan di kantong plastik. “Sepertinya serangga ini terbang mencari cahaya” ucapnya.

Tidak ingin serangga tersebut datang lebih banyak ke rumahnya, pria anak satu ini pun mematikan seluruh lampu yang ada di rumahnya. “Karena takut, saya langsung mematikan seluruh lampu yang ada dirumah hingga gelap gulita sampai pagi tadi, karena berdasarkan informasi tomcat merupakan serangga yang berbahaya dengan racunnya yang ada di ekornya” tuturnya.

Sampai saat ini dirinya belum melaporkan ke dinas terkait, karena pas bertepatan dengan hari libur. Namun begitu dirirnya sudah melaporkan ke ketua RW. “Ke dinas saya belum, kalau ke Pak RW sudah dilaporkan, dan belum ditemukan ada korban didaerahnya akibar serangga ini,” ungkapnya.

Hendar menjelaskan serangga tersebut diperkirakan datang dari sawah yang sedang panen tepat di samping rumahnya. Dia mengatakan salah seorang tetangganya yang bernama Sodikin pernah bercerita jika serangga tersebut sering ditemukan di sawah. “Sodikin sering menemukan serangga tersebut di sawah. Namun dia tidak pernah digigit oleh serangga tersebut. Selain itu, dia juga bilang jika serangga tersebut pemakan hama wereng,” beber Hendar.

Hingga kini, dirinya bersama warga lainnya belum berani membasmi tomcat tersebut. Pasalnya belum memiliki pengetahuan khusus cara penanganannya. “Saya bingung untuk penangannanya. Sebab, kalau disemprot dengan obat nyamuk serangga itu bisa terbang. Saya harap, dinas terkait segera turun tangan untuk mengatasinya,” ujar Hendar.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengaku pihaknya segera turun ke lapangan untuk membuktikan hasil penemuan warga tersebut. “Mulai besok (hari ini, red)  kita akan ke lapangan untuk memastikan keberadaan tomcat di areal pesawahan,” ucapnya singkat.

Terpisah, sejumlah warga Kota Bandung mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan tomcat. Saat ini serangga tersebut sudah masuk ke areal pemukiman warga di Jalan Biduri dan Perumahan Mekarwangi.

Kepala Seksi Produksi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung, Sri Rezeki membenarkan pihaknya sudah mendapatkan laporan dari warga mengenai masuknya tomcat ke pemukiman warga. Hanya saja, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih banyak karena belum melakukan pengecekan ke lokasi.
“Petugas kita baru saja mendatangi lokasi untuk mengecek lebih jauh lagi. Tapi informasinya, serangga itu sudah dimusnahkan oleh warga,” kata Sri.

Pengecekan ke lokasi, untuk mengetahui sejauhmana serangga itu menyerang. Namun Sri menduga, serangan itu tidak terlalu mengkhawatirkan.  “Infonya, hanya satu ekor di Biduri dan dua ekor di Mekarwangi. Saya kira itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Meski demikian warga tetap harus waspada. Kami sendiri sepertinya akan melakukan penyemprotan pestisida nabati,” tuturnya.

Serangga Tomcat itu termasuk serangga predator tapi tidak mengigit manusia. Habitat hidupnya adalah di lahan pertanian, dan dia adalah perusak tanaman pertanian misalnya padi. “Tomcat baru akan masuk ke rumah-rumah warga atau mendekatinya manakala ada sinar cahaya lampu. Tomcat pun akan menyerang orang jika diganggu, dan kemudian mengeluarkan cairan racun Hemolimfi dan mengandung toksin yang bernama paederin yang 12 kali lebih berbahaya dari bisa ular kobra,” bebernya.

“Jadi sebaiknya warga memasang kelambu atau menutup ventilasi dengan kain kasa agar serangga itu tidak masuk ke dalam rumah. Meski Kota Bandung sudah sedikit lahan pertaniannya, tapi bukan tidak mungkin serangga itu lebih banyak masuk karena mobilitas di Kota Bandung tinggi dan bisa saja serangga itu terbawa angin dan hinggap,” ungkap Sri.

Sri menambahkan, kemungkinan besar tidak akan melakukan tindakan apapun selain menyemprot pestisida serta menghimbau warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya. “Sebisa mungkin warga sendiri yang mengantisipasinya. Pasang kelambu, pasang kain kasa di ventilasi. Hindari pula kontak langsung jika menemukan serangga itu,” paparnya.

Senada dengan Sri, Camat Lengkong, Susi Susilayani juga membenarkan adanya laporan ditemukannya serangga tomcat di Jln Biduri. Serangga itu ditemukan di halaman rumah warga, namun sudah langsung dimatikan. “Memang benar, ada di Jalan Biduri No 11. Tapi sama pemilik rumah langsung dimatikan. Serangganya hanya satu ekor,” ujar Susi.

Serangga tersebut, kata Susi, sama sekali tidak sampai menyerang warga. Secara kebetulan, warga langsung bertindak. Meski demikian, warga sempat panik dan mencari di lokasi lain karena khawatir masih ada.

“Tapi setelah dicek, hanya ada satu ekor saja. Mudah-mudahan memang hanya satu saja, tidak ada yang lainnya,” terang Susi.

Ia pun menghimbau warga yang menemukan adanya serangga itu untuk melaporkannya kepada aparat kewilayahan. Dengan begitu, aparat kewilayahan bisa meneruskannya kepada dinas terkait sehingga cepat dilakukan penanganan.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Dada Rosada menegaskan bila ada warga yang terkena serangan tomcat namun tidak memiliki biaya berobat agar melapor saja ke camat untuk kemudian diobati oleh medis setempat.

“Langsung saja lapor ke camat, nanti dibiayai oleh camat, toh itu uang pemkot juga,” kata Dada. Dada pun menyarankan agar masyarakat  selalu waspada terhadap serangan tomcat dan segera melapor jika serangga tersebut berjumlah cukup meresahkan.  “Kami siaga melalui dinas-dinas terkait sudah disiapkan penanggulangannya,” tandasnya. (BE/sam/jpnn)


BACA ARTIKEL LAINNYA... Kerangka Manusia Prasejarah Ditemukan di Aceh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler