Top, Sekda Sumedang Raih Piala Adhigana dari MenPAN-RB di Ajang Anugerah ASN 2020

Senin, 14 Desember 2020 – 19:31 WIB
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo menyerahkan Piala Adhigana kepada Sekda Sumedang Herman Suryatman. Foto: Pemkab Sumedang

jpnn.com, SUMEDANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Herman Suryatman meraih penghargaan Piala Adhigana dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia.

Herman Suryatman menjadi tiga besar (top three) Pimpinan Tinggi Pratama Teladan (PPT) dalam ajang Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2020.

BACA JUGA: Keren! SAKIP Desa Sumedang Mulai Harum di Daerah Lain

Prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan Herman pribadi, namun juga bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumedang.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh MenPAN-RB Tjahjo Kumolo dengan disaksikan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, di Grand Hotel Ballroom 1, Hotel Sultan Senayan Jakarta, Jumat (11/12).

BACA JUGA: Muhammad Umar Ancam Penggal Polisi Penangkap Rizieq Shihab

Dalam ajang ini, Sekda Herman telah melewati rangkaian penjurian ketat dan proses yang cukup panjang, mulai dari tahapan seleksi administrasi, seleksi tiga tahap, verifikasi lapangan dan tahapan wawancara.

Diketahui, terdapat 945 orang yang diusulkan untuk tiga kategori dalam ajang tersebut, terdiri dari kategori PNS Inspiratif sebanyak 732 usulan, kategori The Future Leader sebanyak 142 usulan, dan 91 usulan pada kategori Pimpinan Pejabat Tinggi (PPT).

BACA JUGA: Ridwan Kamil Menyampaikan Kabar Kurang Baik, Minta Warga Waspada

Dari jumlah usulan tersebut, disaring menjadi seratus besar dan dipilih TOP 10 atau sepuluh kandidat terbaik. Kemudian mengerucut sehingga hasil akhirnya terpilih tiga orang terbaik di masing-masing kategori.

Sekda Herman mengatakan, dari awal pendaftaran sampai masuk ke tahap tiga besar di ajang tersebut niat utamanya adalah untuk memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Sumedang.

Dia mengatakan, saat ini Sumedang dihadapkan pada tantangan yang sangat kompleks karena di disrupsi oleh pandemi, digital dan milenial. Semuanya tidak bisa dijawab dengan cara-cara dan inovasi biasa, tetapi harus dijawab dengan disruptive innovation.

”Saat ini kita (Indonesia, red) dihadapkan dengan tantangan pandemic disruption, digital disruption dan millenial disruption. Karena itu, saya bersama segenap ASN Sumedang coba menjabarkan big dream pimpinan kami dengan mendesain satu distruptive innovation, melalui disruptive bureaucratic reform dan disruptive village reform," ungkapnya.

Dikatakan Sekda, disruptive bureaucratic reform dilakukan di level kabupaten dan kecamatan melalui transformasi digital dengan membangun super aplikasi e-office.

Selain itu, reformasi birokrasi juga dilakukan dengan mengoptimalkan peningkatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), di mana capaian SAKIP Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bisa mencapai 67, 26. Artinya dari peringkat 27 naik menjadi peringkat ke 7 dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Adapun untuk indeks SPBE dari 2,4 sekarang meningkat menjadi 4.

”Ini capaian luar biasa. Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang sekarang jauh lebih efektif, efisien dan insyaallah akan lebih bersih dan akuntabel serta memiliki pelayanan publik berkualitas," ujarnya.

Dikatakan Sekda, satu hal yang tak kalah penting dilakukan bersama ASN Pemerintah Kabupaten Sumedang adalah melakukan disruptive village reform dengan meluncurkan kebijakan SAKIP Desa.

”Berdasarkan hasil analisis kami, dengan diterapkannya SAKIP Desa, ada potensi efisiensi sampai 15 persen. Dana Desa di Sumedang mencapai Rp 300 miliar lebih, dengan menerapkan SAKIP Desa kami proyeksikan efisiensinya bisa mencapai angka Rp 40 miliar lebih,” tuturnya.

Lebih jauh, kata Sekda, jika suatu ketika kebijakan SAKIP Desa ini direplikasi di Jawa Barat maupun di Indonesia, maka anggaran untuk dana desa se-Indonesia yang menembus Rp 72 triliun bisa dihemat kurang lebih 15 persen atau potensi efisiensi uang negaranya sampai Rp 10 triliun lebih.

”Saya kira itu sumbangsih sederhana kami untuk Sumedang. Mudah-mudahan menginspirasi Jawa Barat dan Indonesia. Saat ini SAKIP Desa sudah didigitalisasi menjadi e-SAKIP Desa. Elektronik SAKIP Desa dan Super Aplikasi e-Office bisa direplikasi dengan mudah karena Pak Bupati Sumedang siap menghibahkannya kepada seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir merasa bersyukur karena salah satu ASN terbaik di Kabupaten Sumedang berhasil masuk dalam TOP 3 Kategori PPT Teladan dalam ajang Anugrah ASN Award 2020.

Dia pun berharap agar prestasi tersebut dapat memotivasi  dan menginspirasi ASN lainnya di Sumedang untuk bekerja dengan cerdas, ikhlas dan lebih keras lagi sehingga dapat membuahkan hasil yang optimal. (rls/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler