Toyota Grup Tambah Karyawan

Senin, 12 November 2012 – 01:21 WIB
JAKARTA - Investasi Toyota Grup di Indonesia yang bisa mencapai total Rp 26 triliun akan mencetak ribuan tenaga kerja baru baik untuk kebutuhan Toyota maupun Daihatsu. Pada tahap awal akan dicairkan Rp 13 triliun mulai awal 2013 dan membuka sedikitnya 9 ribu lapangan kerja baru.
   
Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan, mengatakan penambahan investasi akan menciptakan multiplier effect besar untuk mendorong perkembangan industri komponen di Indonesia. Saat ini, Toyota mempunyai 105 perusahaan pamasok utama di antaranya 44 perusahaan untuk komponen bodi, 39 perusahan pemasok komponen unit, dan 22 perusahaan pemasok lainnya seperti raw material dan logistik.
   
Begitu juga dengan Daihatsu yang memiliki pabrik dengan kapasitas produksi mobil terbesar di Indonesia. Sehingga penambahan investasi tersebut, menurutnya, seperti direncanakan akan menambah perekrutan tenaga kerja. Saat ini, jumlah tenaga kerja yang sudah terserap mencapai 32 ribu orang dan akan terus ditingkatkan menjadi 41 ribu orang pada 2015.

Johnny menyatakan bahwa penambahan investasi tersebut masih bisa diperbesar menjadi Rp 26 triliun namun pada tahap awal ini baru setengahnya. "Untuk sementara memang baru Rp 13 triliun yang telah mendapat persetujuan dewan direksi," ucapnya, kemarin.
      
Berbagai investasi yang akan dilakukan Toyota Group tersebut diyakin akan semakin mengembangkan rantai industri otomotif di Indonesia dan secara langsung juga akan meningkatkan kontribusi kelompok ini terhadap perekonomian Indonesia. "Sudah menjadi prinsip bisnis Toyota bahwa dari berbagai pilihan yang ada, melakukan yang terbaik bagi negara di mana mereka beroperasi adalah hal yang utama, termasuk di Indonesia. Sudah terbukti dari perjalanan selama 40 tahun ini," ungkapnya.
      
Bagi Toyota Group, pengembangan investasi ini merupakan bagian dari implementasi strategi global yang akan terus memperbesar produksi dan penjualan ke negara-negara emerging market seperti Indonesia. Salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia itu berambisi meningkatkan penetrasi ke pasar negara berkembang bukan hanya Indonesia dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Indonesia dipilih sebagai salah satu basis produksi terbesar bersama Thailand.
      
Pada tahun 2011, dari 7.097 juta unit penjualan global mobil Toyota, sekitar 45 persen atau 3,193 juta unit diaantaranya berasal dari penjualan di negara-negara emerging market. Indonesia dinilai sebagai negara emerging market yang mengalami pertumbuhan mengesankan dalam beberapa tahun belakangan ini.
      
President Toyota Manufacture Corporation (TMC), Akio Toyoda, mengatakan setidaknya Indonesia mempunyai tiga daya saing utama dalam pengembangan industri otomotif ke depan yaitu pertumbuhan ekonomi yang stabil, jumlah penduduk yang sangat besar, dan kualitas sumber daya manusia yang tinggi. "Dengan keunggulan itu, posisi Indonesia sangat penting," katanya.
   
Maka Indonesia dipilih sebagai tempat investasinya kali ini untuk meningkatkan produksi bukan hanya memenuhi permintaan dalam negeri tetapi juga ekspor. Tahun 2011 Toyota Indonesia mengekspor 88 ribu unit mobilnya ke berbagai negara atau sekitar 81 persen dari total kendaraan bermotor dari Indonesia.  Tahun ini, Toyota grup di Indonesia menargetkan mampu mengekspor 136 ribu unit kendaraan dari total produksi 608 ribu unit di negara ini.
   
Toyoda mengatakan bahwa Indonesia menjadi pemasok utama kendaraan ini untuk pasar ekspor Timur Tengah. Secara spesifik realisasi investasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas industri perakitan, tapi juga untuk memperkuat industri komponen.

Dana investasi akan didistribusikan secara proporsional kepada enam perusahaan yaitu Toyota Motor Corporation melalui PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). TMC akan segera membangun pabrik mesin (engine) yang dijadwalkan bisa segera terealisasi. Saat ini telah dilakukan pembelian lahan di kawasan Karawang, Jawa Barat, seluas sekitar 150 hektar.

TMINN juga tengah menyelesaikan penambahan kapasitas produksi pabrik I di Karawang dari 110 ribu unit menjadi 130 ribu unit pada Maret 2013. Di samping itu, perusahaan ini juga tengah menyelesaikan pembangunan pabrik II yang juga di Karawang dijadwalkan mulai beroperasi dengan kapasitas 70 ribu unit mulai Maret 2013 dan akan ditingkatkan menjadi 120 ribu unit pada awal 2014. Sehingga total kapasitas produksi kedua pabrik ini akan menjadi 250 ribu unit pada awal 2014 dan melalui optimalisasi bisa ditingkatkan menjadi 300 ribu unit per tahun.
   
Melalui PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Toyota Group juga tengah menyelesaikan pembangunan berbagai fasilitas produksi dan Research and Development (R&D) untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Investasi juga akan dilakukan oleh Toyota Auto Body Corp.Ltd melalui PT Toyota Auto Body dan PT Sugity Creative untuk mengoperasikan perakitan untuk memproduksi sejumlah kendaraan model  baru untuk pasar Indonesia.
   
Denso Corp.Ltd melalui PT Denso Indonesia akan melakukan pendalaman industri dengan memperluas produksi komponen melalui peningkatkan kapasitas dua pabriknya yang telah beroperasi di Indonesia. Pada 2014, PT Denso Indonesia akan membangun pabrik baru ketiga di Bekasi untuk memproduksi produk komponen teknologi tinggi seperti Engine Control Unit. Melalui PT Aisin Indonesia, Toyota Group akan memperluas produksi komponen antara lain dijadwalkan mulai memproduksi engine front module pada 2015.(gen)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jamsostek Seriusi Sektor Informal

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler