Tragedi Akibat Keseringan Kirim SMS ke Istri Orang Lain

Selasa, 21 Februari 2017 – 14:47 WIB
Ilustrasi borgol. Foto: AFP

jpnn.com - jpnn.com - Motif pembunuhan yang dilakukan KA alias DT terhadap Kalu akhirnya terbongkar.

Penjaga tambak yang berhasil diciduk petugas di Sangatta, Kalimantan Timur, itu mengaku sakit hati kepada Kalu.

BACA JUGA: Diduga Dendam, Warga Mandau Tewas Dibacok Membabi Buta

“Menurut pengakuan pelaku, korban sering mengirim SMS (pesan singkat) ke istri pelaku,” ujar Kasubbag Humas Polres Bulungan Aiptu Tutut Murdayanto, Senin (20/2).

Karena merasa tidak terima, pelaku mendatangi rumah jaga tambak korban dengan berpura-pura bertamu.

BACA JUGA: Sidang Pembunuhan Mau Dipindah, Kejari Didatangi Massa

Saat itu, lanjut Tutut, keduanya sempat terlibat percakapan dan didengar oleh orang lain.

Namun, tidak diketahui pasti bagaimana KA melakukan aksinya.

BACA JUGA: 2 Cucu Diceburkan Ibunya ke Sumur, Sang Nenek Histeris

Orang lain yang mendengar percakapan keduanya hanya mengetahui bahwa suara yang berada dalam rumah salah satunya adalah KA.

“Pekerja tambak lainnya sempat mencari keberadaan KA setelah kejadian (pembunuhan) itu,” ungkap Tutut.

Bahkan, pencarian dilakukan hingga mendatangi rumah KA. Namun, rumah KA dalam keadaan kosong.

Padahal, lanjutnya, ada tiga penghuni di rumah tersebut.

Kecurigaan petugas semakin bertambah karena KA meninggalkan tambak yang dijaga dalam keadaan panen.

Bahkan, KA membawa pakaian dan mengunci rumah.

Tutut mengatakan, berawal dari kecurigaan terhadap KA, pihaknya pun mencari informasi.

Akhirnya diketahui ada seseorang berinisial SA yang menjemput KA beserta istri dan keponakannya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas bergerak ke tambak yang dijaga SA di daerah Tengkolan menggunakan speedboat.

“Saat berada di rumah SA, ternyata sudah kabur menggunakan sepeda motor yang dipinjamnya dari teman,” ujarnya.

Sekira pukul 18:30 Wita, jajaran Satreskrim masih mencari keberadaan SA di sekitar tambak daerah Tengkolan, tapi hasilnya nihil.

Berselang sejam, tim pun bergeser menuju Desa Tanah Kuning. Tim mencari pemilik tambak bernama Kasibe.

Keberadaan SA akhirnya. Dia berada di camp perusahaan. SA akhirnya dibawa ke Polres Bulungan untuk dimintai keterangan.

“Usai mendapat keterangan dari SA, tim berangkat ke Berau pada Minggu (19/2) lalu, bersama sopir travel,” jelasnya.

Tutut mengatakan, ciri-ciri pelaku diketahui oleh sopir travel yang merasa pernah mengantarkan penumpang yang mirip dengan KA.

Informasi itu pun dimanfaatkan Satreskrim untuk menuju pelabuhan Teluk Bayur dibantu anggota Opsnal Polres Berau dan Polsek Teluk Bayur.

Pelaku diduga telah menyeberang dari pelabuhan Teluk Bayur ke PT 198 Sambarata, Berau sekitar pukul 11:00 Wita.

Namun, di camp PT 198 hanya ditemukan istri dan keponakan pelaku.

“Dari keterangan istri pelaku itulah diketahui bahwa KA telah melarikan diri menggunakan mobil travel menuju Samarinda,” ungkapnya.

Begitu mendapat informasi tambahan, tim bergegas ke Polsek Kelay untuk merazia dengan membawa serta istri dan keponakan pelaku.

Dari razia tersebut, pelaku belum berhasil ditemukan karena diduga berganti mobil.

Namun, pihak kepolisian berhasil mendapatkan informasi dari sopir yang membawa KA.

Pelaku menggunakan menumpang di mobil KT 1158 LU. Koordinasi pun dilakukan dengan Polres Kutim.

Alhasil, keberadaan pelaku teridentifikasi dan mobil yang dikendarai pun diminta berhenti.

Tutut mengungkapkan, mobil sempat berhenti, namun kembali tancap gas untuk kabur.

Sempat terjadi pengejaran. Bahkan, petugas melepaskan tembakan peringatan ke arah mobil yang ditumpangi pelaku.

“Pelaku diamankan di jalan poros Sangatta–Samarinda. Saat ini, pelaku diamankan di Polsek Sangatta Kota, hari ini (kemarin) akan bergeser ke Polres Bulungan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya. (uno/fen)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sulaimi Ambil Pedang, Crasss! Anak Kandung Dibacok


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler