Tragedi Zahro Express, Gunung Es Fenomena Ojek Kapal

Senin, 02 Januari 2017 – 11:13 WIB
Kapal

jpnn.com - JPNN.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut peristiwa terbakarnya kapal Zahro Express hanya puncak dari gunung es atas fenomena ojek kapal yang sudah berjalan puluhan tahun di Kepulauan Seribu.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, saat ini ada puluhan bahkan ratusan ojek kapal beroperasi tanpa standar keamanan dan keselamatan yang jelas.

BACA JUGA: Kok Bisa, Penumpang Tak Diberi Tahu Kapal Terbakar

Selain itu, pengawasan terhadap mereka juga sangat minim.

Jika dilihat dari sisi ketersedian transportasi publik, maraknya ojek kapal merupakan kegagalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam menyediakan akses transportasi publik menuju area Kepulauan Seribu.

BACA JUGA: Duka Mendalam untuk Tragedi Zahro Express

Menurut Tulus, jumlah kapal yang disediakan Dishub sangat tidak cukup jumlahnya untuk mobilitas warga di Kepulauan Seribu.

"Yang tersedia justru ojek kapal dengan standar keselamatan yang sangat minimalis, yang dikelola secara perseorangan. Mereka berhimpun dalam sebuah koperasi layaknya koperasi mikrolet," kata Tulus, Senin (2/1).

BACA JUGA: 20 Penumpang Zahro Express Sudah Gosong

Tulus menyatakan, keberadaan ojek-ojek kapal itu sulit ditertibkan dan dikendalikan, karena diduga banyak pejabat DKI Jakarta yang memillikinya.

"Ketika di era Joko Widodo (sebagai) Gubernur DKI, operasional ojek-ojek kapal ini justru diberikan kelonggaran, sekalipun tanpa sertifikasi dan standardisasi yang jelas, baik armadanya dan atau SDM-nya, terutama nakhoda," tutur Tulus.

Karenanya, YLKI mendesak Pemprov DKI dan Kemenhub untuk membereskan permasalahan ojek kapal, baik dari sisi hulu hingga hilir.

Sebab, jika dibiarkan, maka risiko dan potensi terjadinya kecelakaan akan semakin besar.

"Pemprov DKI Jakarta dan Kemenhub bertanggungjawab penuh terhadap hal ini sebagai bentuk public services di bidang transportasi," ucap Tulus.

Tulus menilai mendapatkan akses transportasi air yang aman, nyaman, dan dengan tarif terjangkau adalah hak warga Jakarta.
Karenanya, dia berharap para calon gubernur yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 bisa memberikan perhatian terhadap masalah ojek kapal.

"Semoga para cagub DKI yang saat ini tengah berkompetisi untuk DKI 1 peduli dengan persoalan ini," ungkap Tulus.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Setop Pakai Kapal Tua ke Kepulauan Seribu!


Redaktur & Reporter : Gilang Sonar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler