Tragis Banget, Si Pendaki Gunung Hebat Tewas Terpeleset di Everest

Senin, 01 Mei 2017 – 12:34 WIB
Sejumlah volunter dan rekan Ueli Steck, membawa jenazah pendaki gunung asal Swiss itu ke rumah sakit, setelah diterbangkan helikopter dari lokasi dia ditemukan. Foto: AFP

jpnn.com, KATHMANDU - Salah seorang pendaki gunung asal Swiss yang paling kondang di generasinya, Ueli Steck, meninggal Minggu (30/4) kemarin. Pendaki yang terkenal karena kecepatannya mendaki Gunung Everest dari rute Alpine itu meninggal di gunung tertinggi di dunia tersebut.

"Dia mengalami kecelakaan di dinding Nuptse dan meninggal. Sepertinya dia terpeleset," kata Kepala Nepal Mountaineering Association, Ang Tsering Sherpa kepada AFP.

BACA JUGA: Saya Lawan Terus Kanker Ini...

Steck, 40 tahun, dilaporkan sedang berada di Everest untuk beradaptasi sebelum melakukan pendakian Mei ini. Puncak Everest dan Nuptse, tempat Steck terpeleset, adalah di punggung bukit yang sama. "Dia tergelincir sekitar 1.000 meter dari perkemahan (Mt Nuptse) dua, Minggu pagi. Pendaki lainnya melihatnya dan meminta penyelamatannya," kata seorang pejabat di Departemen Pariwisata Nepal, Dinesh Bhattarai.

Steck dikabarkan mendaki sendirian saat dia meninggal. Rekannya, Tenji Sherpa yang menderita radang dingin parah, sebelumnya telah turun dan mulai pulih di sebuah kamp. Tubuh Steck ditemukan oleh para pemandu Nepal dan diterbangkan dengan helikopter ke Kathmandu.

BACA JUGA: Demi Tujuan Mulia, DJ Ini Gelar Party di Gunung Everest

Ueli Steck. Foto: AFP

Para pendaki Everest yang mendaki melalui rute Alpine mengenal Steck sebegai sosok yang selalu berhasil merintis rute baru sepanjang kariernya. Pada 2015, Steck mendaki 82 puncak yang ada di Pegunungan Alpen yang ketinggiannya lebih dari 4.000 meter.

Dia berjalan di antara pegunungan itu dengan berbagai macam cara. Mulai dari berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan paralayang. Dia menyelesaikan semuanya hanya dalam 62 hari. Reputasinya sebagai Mesin Swiss, semakin kuat dan fenomenal.

Steck lahir di Kota Langnau im Emmental, dekat Bern, pada 6 Oktober 1976. Dia sudah rutin melakukan pendakian gunung sejak usia 12 tahun. Steck sudah dikenal pendaki dunia saat usianya menginjak 18 tahun. Dia sering mendaki puncak-puncak dunia yang menakutkan sendirian, dan terkadang tanpa peralatan keselamatan dasar seperti tali atau oksigen dalam botol. (adk/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler