Tragis! Liburan Belasan Remaja ke Pantai Dusun Sinar Laut Berujung Maut

Sabtu, 08 Juni 2019 – 04:03 WIB
Lima pelajar asal Katibung tenggelam di pantai Dusun Sinar Laut, Kamis (6/6). FOTO IST. FOR RADARLAMPUNG.CO.ID

jpnn.com, LAMPUNG SELATAN - Liburan Lebaran belasan remaja asal Katibung, Lampung Selatan ke pantai Dusun Sinar Laut, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Kamis (6/6) lalu, berakhir tragis.

Lima dari mereka tewas tenggelam tergulung ombak saat berenang di pantai. Kejadian itu menimpa mereka sekitar pukul 12.00 WIB.

BACA JUGA: Kebakaran Mapolres Lampung Selatan Ikut Menghanguskan 20 Kg Sabu

Kapolres Lampung Selatan (Lamsel) AKBP M. Syarhan membenarkan kabar peristiwa tenggelamnya lima remaja asal Katibung, Lamsel, tersebut.

Baca: Keluarga Yakin Mayat Tanpa Kepala dan Tangan Terputus adalah Karoman

BACA JUGA: Ini Penyebab Mapolres Lampung Selatan Terbakar

“Ya, benar ada peristiwa tenggelamnya lima pelajar (remaja) di Dusun Sinar Laut, Desa Tarahan,” ujarnya kepada radarlampung.co.id.

Menurut mantan Kapolres Pesawaran ini, lima remaja yang tenggelam tersebut yaitu Fikri (16), warga Desa Tanjung Ratu, Ian, 16, warga Desa Batu Liman, Nisa, 14, warga Desa Tanjung Agung Dusun Rejo Agung Umbul Jambu, Sukri, 16, warga Desa Tanjung Agung Dusun Rejo Agung, dan Rizki, 16, warga Desa Tanjung Ratu, Dusun Umbul Jambu, Kecamatan Katibung.

Sedangkan dua korban selamat yaitu, Yansyah, 13, warga Tanjung Ratu, Dusun Way Jambu, Kec. Katibung dan Rizka, 14, warga Desa Batu Liman Kec. Candi Puro. “Kelima korban sudah dibawa ke rumah duka,” sebutnya.

BACA JUGA: Mencekam, Gudang Amunisi di Mapolres Lampung Selatan Ikut Meledak

Syarhan -sapaan akrabnya-menerangkan, kronologis peristiwa terjadi saat para korban ingin berenang di laut. Mereka datang dengan jumlah 12 orang dan tiba di Dusun Sinar Laut sekitar pukul 11.30 WIB. Pada pukul 12.00 WIB tujuh orang dari mereka berenang.

Baca: Pencuri Mobil Pemudik Berupaya Terobos Barikade Polisi

“Memang Dusun Sinar Laut Desa Tarahan itu tujuan para korban. Pada saat akan berenang itu tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menghantam ke tujuh korban dan menyeretnya ke tengah laut. Dua orang bisa diselamatkan sedangkan lima orang lagi tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.

Setelah dicari selama 30 menit barulah kelima korban tersebut ditemukan para petugas gabungan dari pihak kepolisian dan Basarnas. “Saat ditemukan, lima orang didapati dengan nyawa sudah tidak bisa diselamatkan lagi,” ungkapnya. (ang/sur)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gelombang Tinggi di Anyer dan Lampung Bukan Karena Gempa


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler