Transplantasi Sumsum Tulang Mampu Sembuhkan Penderita HIV?

Kamis, 04 Juli 2013 – 14:24 WIB
BOSTON - Sumsum tulang bisa membersihkan virus di tubuh pasien penderita HIV. Hal ini didapati setelah para tenaga kesehatan melakukan transplantasi atas dua pasien HIV positif di Amerika Serikat.

Pascatransplantasi pasien yang berada di Boston, AS, tersebut tidak lagi diberi obat anti HIV. Mereka menjalani transplantasi sumsum tulang untuk kanker.

"Pasien pertama tidak menunjukkan adanya virus HIV di tubuhnya setelah 15 minggu tidak mengkonsumsi obat AIDS," kata Timothy Henrich, salah seorang ketua tim peneliti seperti dilansir BBC (3/7).

Tim dokter tidak menemukan adanya virus HIV di tubuh pasien kedua setelah tujuh minggu pasien itu tidak menggunakan obat AIDS. Kemajuan ini dipaparkan dalam Konferensi Internasional Masyarakat AIDS di Kuala Lumpur, Malaysia.

Namun demikian tim dokter dari Rumah Sakit Brigham dan Women, Boston, memperingatkan masih terlalu dini menyimpulkan pasien sudah sembuh karena virus bisa kembali sewaktu-waktu.

"Saya sebenarnya tidak ingin menggunakan kata sembuh dalam situasi ini," lanjutnya.

Seorang pasien sebelumnya disebut telah sembuh dari AIDS menyusul tranplantasi sumsum tulang, tetapi ia mendapat sumbangan dari seseorang yang tahan terhadap HIV.

Dalam dua kasus yang ditangani tim dokter di Boston itu, kedua pasien mendapat sumsum tulang dari orang donatur normal.

Sumsum tulang adalah di mana sel-sel darah baru yang dibuat dan diperkirakan menjadi reservoir utama untuk HIV. Dalam kasus lain setelah transplantasi, tidak ada HIV yang terdeteksi dalam darah selama dua tahun pada satu pasien dan empat yang lain.

"Masih terlalu dini pada saat ini untuk menyatakan ini sebagai obat HIV," tuturnya.

Diperkirakan transplantasi sumsum tulang awalnya mampu memberikan proteksi dari infeksi seperti pengobatan anti-retroviral. Transplantasi juga menyingkirkan sumsum tulang tersisa yang menyimpan virus.

Namun Dr Henrich memperingatkan bahwa virus tersebut dapat masih bersembunyi di dalam jaringan otak atau saluran pencernaan.(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menghapus Tato Nama Mantan

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler