Trump Mau Bikin Pagar, Minta Dibayari, Meksiko Ogah

Jumat, 02 September 2016 – 07:49 WIB
Donald Trump. Foto: AFP

jpnn.com - PHOENIX - Calon presiden (capres) Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump kembali menegaskan akan membangun pagar pembatas antara AS dan Meksiko. Hal itu diungkap Trump saat berkunjung ke Meksiko, Rabu (31/8) waktu setempat.

Taipan 70 tahun itu bertemu dengan Presiden Enrique Pena Nieto. "Meksiko bakal bekerja sama dengan kami untuk mengurangi angka imigran ilegal, serta penyelundupan narkoba dan senjata di perbatasan,’’ kata Trump setelah bertemu dengan Nieto.

BACA JUGA: Gara-gara Manipulasi APBN, Presiden Brasil Dicopot

Dalam kampanyenya di Kota Phoenix, Maricopa County, Negara Bagian Arizona, bos The Trump Organization tersebut menegaskan kembali rencananya untuk memperketat undang-undang imigrasi. "Kami akan mematahkan lingkaran amnesti dan imigrasi ilegal,’’ ujar pebisnis Manhattan tersebut.

Bertolak belakang dengan Presiden Barack Obama yang merangkul imigran ilegal dan mendata mereka yang tidak berdokumen lengkap, Trump justru bakal mendepak seluruh imigran yang tidak punya surat resmi. Dia bersumpah jika mereka tidak akan pernah mendapatkan status yang sah.

BACA JUGA: Bu Isabelle Ketahuan Indehoi dengan Siswa, tapi Mengaku Lupa

Trump menyatakan bahwa tembok pembatas bakal menjadi solusi mujarab guna menekan angka imigran ilegal. Kepada Nieto, dia sudah menjelaskan bahwa pembangunan tembok di sepanjang perbatasan dua negara menjadi prioritas pemerintahannya. 

Namun seluruh biayanya akan ditanggung Meksiko. Dalam setiap kampanyenya, ayah Ivanka itu memang selalu menyebut pemerintahan Nieto sebagai pihak yang bakal membiayai pembangunan tembok. Dia tidak pernah secara khusus membahasnya dengan Meksiko. 

BACA JUGA: Sembilan Lansia Meregang Nyawa karena Banjir

Karena itu, ketika mendengar dari media tentang kabar tersebut, Nieto berang. ’’Sejak awal pembicaraan, saya tegaskan bahwa Meksiko tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun untuk membangun tembok,’’ terang Nieto.

Pidato Trump sendiri langsung menuai reaksi keras dari kaum Hispanik. ’’Banyak penduduk Latin yang berubah pikiran dan mempertimbangkan ulang dukungan mereka,’’ tulis Politico. 

Sejumlah pakar politik AS meramalkan bahwa arogansi Trump yang membuatnya menang dalam banyak primary berkontribusi sebaliknya dalam pemilihan presiden (pilpres) mendatang. (afp/reuters/hep/c14/any)

BACA ARTIKEL LAINNYA... WN Inggris dan AS Dilarang ke Singapura


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler