Tuan Rumah Gagal Happy Ending

Senin, 06 Februari 2012 – 13:53 WIB

MUBA Hangtuah Indonesia Muda Sumsel gagal happy ending. Pada pertandingan terakhir di kandang sendiri, Palembang Sport and Convention Center (PSCC), mereka kalah tipis 63-70 dari Garuda Speedy Bandung.
 
Kekalahan itu menunjukkan bahwa Muba masih jauh dari potensi terbaiknya. Betapa tidak, sempat unggul 16 poin sampai paro waktu pertama, mereka akhirnya harus keluar lapangan dengan kepala tertunduk.

Keputusan Pelatih Garuda Wan Amran melakukan full court press di babak kedua tidak mampu diantisipasi Muba. Kebingungan mendapat pressing ketat sejak pertama membawa bola, pemain Muba banyak melakukan turnover.

Pada paro waktu kedua, pemain Muba melakukan 30 turnover. Kesalahan itu begitu buruk jika melihat hanya sembilan turnover yang mereka lakukan pada babak pertama.

"Kami kecolongan di kuarter ketiga setelah mereka bermain full court press. Sayang banget sebenarnya karena kami sudah leading hingga 16 poin. Saya sudah optimistis bakal menang. Ternyata, malah gagal," terang Dian Heryadi, center Muba, saat ditemui setelah pertandingan tadi malam.

Hal itu tentu saja menjadi pekerjaan rumah bagi Muba untuk dibenahi menjelang seri keempat nanti. Mereka harus lebih membaik untuk memuluskan jalan dalam perebutan tiket ke championship series. Mereka harus mewaspadai tim-tim papan bawah yang siap memberikan kejutan. Misalnya, saat BSC Jakarta mengalahkan Bimasakti lalu.

"Kami harus bekerja keras lagi untuk mendapatkan hasil bagus di seri keempat mendatang," tegas Dian yang musim lalu terpilih sebagai top rebounder.

Di sisi lain, jajaran pelatih Garuda mencak-mencak menyaksikan permainan anak asuhnya. Asisten pelatih Garuda A.F. Rinaldo menyatakan, anak asuhnya memulai laga dengan sikap underestimate. Hal itu merupakan efek negatif setelah mereka mampu menjungkalkan Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta. Padahal, jajaran pelatih sudah mengingatkan para pemain untuk bermain dengan semangat menggebu. Pasalnya, Muba memang selalu tampil trengginas saat bersua tim besar di seri ketiga ini.

"Saat halftime, kami mengatakan kepada anak-anak, jika tetap underestimate seperti itu, mending tidak usah bertanding lagi. Anak-anak hari ini (kemarin, Red) bermain dengan polanya sendiri-sendiri. Mereka juga kurang fight," ucap Inal, sapaan karibnya. (ru/c6/ang)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelita Jaya Raih Kemenangan Terbesar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler