Tuhan Matahari

Oleh: Dahlan Iskan

Sabtu, 26 Maret 2022 – 07:08 WIB
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - HARGA saham Tesla naik drastis lagi –itu Anda sudah tahu. Serangan Rusia ke Ukraina bisa juga membantu Amerika: mobil listrik kian laris. Akibat harga bensin terganggu.

Dulu terganggu Arab Saudi. Kini, pengganggunya Rusia.

BACA JUGA: Minyak Belut

Penyebab lain: pabrik Tesla yang di Jerman sudah mulai berproduksi. Tiga hari lalu.

Elon Musk sampai joget kesenangan. Yakni, saat ia menyerahkan 30 kunci pertama ke konsumen di Eropa.

BACA JUGA: Perang Terigu

Elon Musk seperti main satire ketika memilih lokasi pabrik itu: di Gruenheide, sebelah timur Berlin. Ia tanam modal sampai sekitar Rp 75 triliun untuk Tesla di situ.

Itulah daerah yang dulu sangat dikenal sebagai basis tambang batu bara nan kotor di Jerman. Lalu ia bangun industri energi bersih situ.

BACA JUGA: Arsitek Atasan

Sentimen green energi, di Eropa, memang paling tinggi di dunia. Dasarnya: kesadaran memperbaiki iklim. Eropalah yang memulai industrialisasi –dan mencemari lingkungan.

Eropa pula yang kini memulai perbaikannya –setelah mereka sejahtera. Maka Tesla bisa segera mengejar VW –mobil listrik terlaris di Eropa saat ini.

Produksi Tesla di Berlin itu 500.000 per tahun. Selama ini, tanpa punya pabrik di Eropa, Tesla sudah mencapai 13 persen pangsa mobil listrik di  Eropa –didatangkan dari Amerika atau dari pabriknya yang di Shanghai, Tiongkok.

Bayangkan setelah Tesla punya pabrik sendiri di Jerman. Tesla ibarat masuk ke kandang macan –dan minta menang.

Memang Elon Musk sering mengeluh. Begitu banyak hambatan yang ia hadapi di Jerman.

Sampai pun ada demo yang mengkhawatirkan pabrik itu akan memakan air terlalu banyak –mungkin yang untuk pendingin di pabrik baterainya.

Akhirnya pabrik itu baru jadi setelah dua tahun. Memang tidak mungkin bisa secepat ketika Tesla membangun pabrik di Tiongkok: hanya satu tahun! Padahal itu bukan sembarang pabrik. Itu giga factory –pabrik ukuran raksasa bengkak.

Pabrik Tesla pertama di California. Lalu di Shanghai. Yang ketiga ini di Jerman. Berikutnya lagi di Texas –sedang dibangun. Di luar itu masih punya banyak pabrik suku cadang –termasuk pabrik baterai seluas 1 juta hektare di Reno, Nevada utara.

Rusia sendiri masih terus melawan dunia. Setelah Migasnya diboikot negara-negara Barat, justru Rusia menyerang balik: negara yang tidak bersahabat dengannya harus membeli migas Rusia dengan mata uang rubel.

Rusia tahu: 40 persen keperluan migas Eropa datang dari Rusia –cukup lewat pipa. Sedang dari Timur Tengah harus diangkut dengan kapal.

Maka Eropa bertekad segera pindah ke green energi –dan Tesla dapat momentum serangan Rusia. Apalagi, Tesla juga sudah membuktikan: power bank skala raksasanya sudah ada yang jadi. Yakni yang di Moss Landing, di California. Besarnya 182,5 MW.

Power bank itu bisa untuk melistriki rumah sebanyak 136.000 rumah –ukuran Amerika. Atau bisa untuk setengah juta rumah di kota tertentu di Indonesia.

Tentu untuk kapasitas sebesar itu power bank-nya tidak hanya satu. Di dekat Pantai Moss Landing itu –sekitar 3 jam berkendara dari San Francisco ke arah selatan– Tesla membangun 256 buah power bank raksasa. Si Raksasa dijejer-jejer di satu hamparan tanah luas. Saling dihubungkan.

Siang hari, di kala matahari bersinar terang, power bank itu menyimpan listrik dari solar cell. Malam hari, ketika matahari telah pergi, listrik dari power bank itu yang berfungsi.

Tentu melistriki rumah dengan cara ini sangat mahal. Sekarang ini. Tapi bagi negara maju kata ''mahal'' itu masih tetap terbeli –dikaitkan dengan pendapatan mereka.

Dan Tesla bukan satu-satunya yang membuat power bank raksasa seperti itu. Sudah banyak. Pun yang lebih besar.

Seperti juga mobil listrik, yang penting ada wujudnya dulu. Bukan hanya sebatas wacana. Dan mereka membuktikan itu. Dari sini bisa dihitung bagaimana menyeimbangkannya –dan menurunkan harganya.

Sepuluh tahun lalu, membicarakan hal seperti ini masih seperti mimpi. Kini mereka seperti sedang lomba lari: untuk menjadi yang terdepan dan terbesar.

Batubara itu pemberian Tuhan –lewat bumi.

Tenaga surya juga pemberian Tuhan –lewat matahari.

Otak manusia juga pemberian Tuhan –asal mau memakainya. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar https://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pembaca Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Minyak Belut

Budi
Menurut saya (karyawan di perkebunan sawit), pengusaha minyak goreng (curah) tanpa kebun akan rugi, karena harga beli bahan baku (tandan buah sawit-tbs) telah naik lebih 2 kali lipat. sebagai pembanding sebelum era COVID-19 harga tbs sekitar Rp 1500/kg, sekarang sudah sekitar Rp 3500/kg. Jika mengikuti harga internasional harganya bisa mendekati Rp 4000/kg. Jika pabrik minyak goreng punya kebun sendiri, dimana bahan baku dihasilkan dikebun sendiri, maka ongkos produksi bahan baku memang naik (misal tahun 2022 ini harga pupuk naik sekitar 2 kali lipat, BBM non subsidi naik), pungutan pajak ekspor (levy) juga naik seiring naik nya harga CPO dunia, dll. Secara keseluruhan memang pabrik minyak goreng (premium) dengan kebun sendiri ini mengalami kenaikan keuntungan. Namun memang mereka adalah perusahaan yang salah satu tujuan utamanya meningkatkan kesejahteraan pemegang saham dengan mengikuti aturan yg berlaku. hingga saat ini tidak ada aturan yang dilanggar untuk mendapatkan keuntungan yang besar, (kecuali norma sosial, berupa kelangkaan minyak goreng di negara penghasil minyak goreng). Secara umum perusahaan sawit menyetor uang ke negara (pajak) lebih banyak pada thn 2021 dan 2022 ini dibanding thn 2020, dari pph badan dan penghasilan karyawan, serta kutipan pajak ekspor,dll. contoh, perusahaan saya bekerja biasa setiap tahun hanya membayar pajak pph badan sekitar Rp 100 M, karena keuntungan thn 2021 naik, maka pajak yg dibayarkan sekitar Rp 250 M. Saya memahami dilema pemerintah dalam menangani masalah ini. pemerintah butuh investor, investor tidak akan mau invest jika tidak melihat ada peluang keuntungan. Untuk menghindari hal seperti ini berulang, sebaiknya kita memberikan pemahaman kepada anak, cucu, teman, dll agar juga punya pemikiran sebagai investor. tidak terlalu berharap banyak (subsidi) dari pemerintah. mari perhatikan sejarah mereka (investor) memulai usaha tersebut, ternyata investor asing sudah mulai berusaha di wilayah indonesia ini sejak 1906, sebelum indonesia merdeka. mereka rela meninggalkan negaranya (eropa) yg sudah lebih maju untuk sesuatu yg mereka anggap sangat penting. pantun lama, berakit rakit ke hulu berenang renang ke tepian. maaf jadi kelewatan.

Babang Tamvan
Kemana Opung? Biasanya beliau selalu ada disaat krisis. Semoga beliau hadir juga di Minyak Goreng ini. Bantulah Pak Mendag..

Iqbal Lombok
Atau jangan-jangan ; Tali Rafia Tali SepatuSesama Mafia Jangan saling Ganggu itu saja

Er Gham
Nanti akan banyak iklan bermunculan tentang khasiat minyak goreng kemasan. Supaya masyarakat kembali gunakan minyak goreng kemasan. Seperti:  1. Melalui 3 kali proses pemurnian.  2. Kemudian 2 kali penyaringan.  3. Mengandung omega 9 untuk menekan kolesterol jahat.  4. Mengandung vitamin D.  5. Mengandung vitamin kompleks lainnya.  6. Ada undian berhadiah mobil.  7. Dikemas dalam plastik berkualitas tinggi.  8. Digunakan juga oleh para chef ternama.  9. Aman diminum langsung buat penderita sembelit.  10. Beli 7 gratis 1.

Paul Ivan
Kok sepertinya abah baru tahu ya kehebatan pak jokowi, dengan kecerdasan beliau bisa meredam gejolak bahkan demo bisa di kendalikan, karena kelompok yang demo memprotes kebijakan penguasa yang tidak pro wong cilik golongan itu, ANDA SUDAH TAHU. Walaupun inflasi atau bagaimanapun, ekonomi tetep tumbuh, menurut BPS abah, karena pembangunan ekonomi rezim sekarang berbasis ekonomi wong cilik, jika wong cilik sekarang kenyang tidak ada demo, contohnya sekarang ini, maka pembangunan IKN meski butuh dana besar tetep harus jalan, ndak tau nanti di tengah jalan, Makanya saking hebatnya pak jokowi memimpin Indonesia, perlu perpanjangan masa jabatan, kalau bisa 3 periode  Jokowi adalah kita  Bersih merakyat kerja nyata  Indonesia hebat

Robban Batang
KFC mulai berinovasi dengan KSC,atau KBC,Steam Chicken atau Boil Chicken. Arwah Kolonel Sanders akan menitis membuat resep Opor kepada ahli warisnya ,franchesee nya di Nusantara

kang asep
rakyat diledek habis2an. begitu het dicabut tiba2 rak2 toko yg asalanya kosong penuh dengan migor .... haha rakyat diledek habis2an.... dan rakyat msh diam... tdk ada demo... bahaya ini tdk tersalurkan....sekali meledak akan berdarah ini

Robban Batang
Saya bukan pelaku usaha,apalagi minyak goreng. Saya bekerja di bidang Sekuriti alias Satpam. Bukan Sekuritas alias saham. Tapi suka komen Mas Aji tentang Fundamental ,Teknikal,psikologi pasar. Harusnya negara kita ibarat bursa kan Bullish,sesuai gambar partai penguasa. Katanya meroket koq malah turun kaya toket nenek.Oops

Kikik Mas
Semua orang bisa saja membuat klaim. "Beberapa waktu yang lalu lima tetangga saya membeli minyak goreng kemasan masing-masing sebanyak satu kontainer". Faktanya Indomaret, Alfamart, Indogrosir, Giant setiap hari menempelkan "stok minyak habis". Dan tiba-tiba penuh lagi setelah harga naik.

Saya sih gak ada urusan anaknya Pak Wajdi, cucunya Baswedan atau buyutnya Sukarno. Yang penting dia bisa kerja atau tidak. Sebab saya yang menggaji mereka melalui pajak yang saya bayar. Kalau sudah mengakui gagal, budayakan malu dan minimal mengundurkan diri. Gak perlu sampai bunuh diri.  Malah main drama murahan di depan ibu-ibu "pilih mana mahal tapi stok banyak... blablabla". Ini kan njancuki, nek jarene Mbah Sujiwo.
Kompiang RD
10 Tahun terakhir rakyat seperti dibuat kenanyang makan narasi. Pemerintah sangat memahami rakyatnya. Jadi tidak perlu ragu membuat kebijakan yang kontroversial bahkan nyeleneh. Pemerintah paham betul, "Toh ributnya cuma sebentar, nanti juga ayem lagi"  Pemerintah: Iuran BPJS Naik (lahirlah perpres No 75/2019) Masyarakat dan Aktivis: Turunkan iuran BPJS !!!! MA: Membatalkan Perpres 75/2019 (kenaikan iuran BPJS) Pemerintah: Okey, Perpres 75/2019 dibatalkan. Kita buat saja Perpres baru dengan ketentuan kenaikan iuran yang lebih rumit. Gak ngerti mereka, diem pasti... Akhirnya lahirlah perpres No. 64/2020, iuran BPJS naik 2 kali lipat. Rius sebentar, lalu hening. Dan rekening tetap diautodebit bayar iuran BPJS yang 2 kali lipat itu... Skenario yang sama terjadi dalam hal, Omnibus Law, BBM dan banyak persoalan lainnya. Sepertintya pemerintah sekarang kalau buat Film akan seru. Mereka sangat ahli membuat skenario dan mempermainkan narasi. Sampai-sampai penontonnya tidak sadar sedang dipermainkan. Dan justru terkesima akan pertunjukan yang dihadirkan...

Neo Mister Xi
Dulu dikisahkan;  "kenapa ibu hanya sering diam?""iya,, karena silence is golden, ya tho?"Sekarng dikisahkan;"knapa ibu ngomongnya nyakitin wong cilix?""emang Anda wing cilix,,, berapa berat badanmu?""94 kg""makanya jgn sering makan yg berlemak,, berminyak dan berlendir,, paham tho?"Wakakkakak

Rikiplik
Saya termasuk tidak setuju dengan perkataan itu. Yang sesuai menurut saya adalah "Perluaslah zona nyaman anda". Artinya memperluas zona nyaman, tanpa meninggalkan area zona nyaman anda

Amat Kaselanovic
Itu berkaitan minyak goreng. Ada juga, bapack-bapack berani habis ratusan ribu, jutaan, hingga puluhan juta semalaman untuk urusan belutnya. Juga santai aja.

Aju Y
Dari tulisan di atas bisa di tarik kesimpulan bahwa ibu ibu jangan takut membeli minyak goreng 1 liter 25rb, kan gak habis sehari, lihat bapak bapak beli rokok sebungkus 25rb habis sehari, masih santai.

Mbah Mars
Sebelum berangkat ke Bali Mbah Koplak berpapasan dengan Jabrik. Jabrik berpesan agar Mbah Koplak hati2 saat di warung makan Bali. "Pastikan makanan tidak di goreng dg minyak babi Mbah". Di suatu siang. Di warung makan kawasan Denpasar: Mbah Koplak :"Tempe ini digoreng dengan minyak babi nggak ?" Pelayan warung: "Iya Pak" Mbah Koplak: "Kalo ini ?" Pelayan:"Telur itu juga Pak" Mbah Koplak:"Daging ayam dan ikan juga digoreng dengan minyak babi ?" Pelayan:"Betul!" Mbah Koplak:"Waduh. Makan apa aku ?. Oia, kalau ini apa ?" Pelayan:"Itu rendang daging babi Pak" Mbah Koplak:"Apakah dimasak dengan minyak babi juga ?" Pelayan:"Kalau itu dimasak dengan minyak curah kelapa Pak" Mbah Koplak:"Alhamdulilah.Akhirnya ketemu juga makanan yg tidak diolah dengan minyak babi" Mbah Koplak ngethekut habis dua piring.

Leong Putu
Saya bersyukur, punya istri yang smart dan cerdas. Ketika dulu saya tanya kepadanya :" ma....minyak goreng harganya naik ya ?". Dia dengan enteng menjawab :" gpp pa..walaupun mahal, yang penting barangnya ada". ..... "iyessss": Pikir saya dalam hati, istriku ternyata tidak kampungan. Sekian lama berlalu, semua barang kebutuhan juga naik, dia masih kelihatan tenang-tenang saja. Sampai suatu pagi. Tiba-tiba tas kerja terasa lebih berat. Belum sempat kalimat tanya terucap, Ia lebih dulu menjelaskan. Katanya :" Nasi goreng sosis untuk sarapan, pepes tongkol untuk nanti makan siang". Masih belum percaya, kok tiba2 disiapkan "sangu" sebegitunya ? Saat duduk di jok kendaraan, dompet terasa lebih tebal. "Hmmmmm.... Istriku kok tiba-tiba baik banget pagi ini": pikirku dalam hati..... "Sarapan dan makan siang disiapkan, plus sangu lebih banyak". Gumamku dalam hati..... "Apa karena efek obat kuat Tjap Kadal tadi malam ?". Saya masih penasaran. Sampai di tempat kerja. Segera dompet saya buka, dag dig dug..... Srieeeeeeettttt.....lah dalaaaaaaah... Yang biasanya merah-merah dua lembar kok jadi berwarna-warni ? Biru, Hijau, Coklat, Biru jelek. Lengkap dengan kertas keterangannya....hiks hiks hiks... Biru = untuk beli pulsa dan cadangan tambal.ban. Hijau =. Gak usah ngebut- ngebut, pakai pertalite saja, jangan pertamax. Coklat = Es teh Biru jelek = Parkir. Ada juga fotonya dengan tulisan. With love. Jangan mampir-mampir, cepat pulang, anak.dan istri tercinta menunggu di rumah.......

Liam
Kecanduan uang itu membutakan, bikin keras hati, sehingga hilang empati. Mereka mana peduli, karena tak bisa berempati. Uang dan kekuasaan tak hanya bikin tuli. Tapi bikin hati mati.

*) diambil dari komentar pembaca Disway.id

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lapangan Kerugian


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler