Tukang Ojek Bius Penumpangnya Lalu Dicabuli, Begini Kronologinya

Sabtu, 01 Agustus 2020 – 01:19 WIB
Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Iptu M Arvi memeriksa tukang ojek RUL (51) terduga pelaku tindak asusila terhadap pelajar. Foto: ANTARA/HO-Polres Solok Selatan

jpnn.com, PADANG ARO - Seorang tukang ojek berinisial RUL, 51, terduga pelaku tindak pidana asusila terhadap penumpangnya akhirnya ditangkap polisi, Kamis (30/5).

Pelaku merupakan warga Sungai Kalu ditangkap di Sungai Kalu, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

BACA JUGA: Kesal Dicurigai Selingkuh, Suami Aniaya Istri Sampai Begini, Videonya Viral

Sementara korbannya adalah seorang pelajar, sebut saja namanya Bunga.

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Iptu M Arvi di Padang Aro, Jumat menyebutkan peristiwa itu terjadi di perkebunan teh di Sungai Lambai.

BACA JUGA: 23 Pekerja Migran Indonesia yang Baru Pulang dari Malaysia dan Singapura Positif Terjangkiti COVID-19

“Modusnya, pelaku memberikan minuman mengandung obat penenang kepada korban,” ujar Iptu M Arvi.

Peristiwa pencabulan terhadap korban berawal ketika tersangka mengantarkan korban ke rumah gurunya di Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, untuk mengambil raport.

BACA JUGA: Terduga Pelaku Pencabulan Tak Kunjung Tertangkap, Warga Marah Lantas Berbuat Brutal Begini

Setelah itu, korban yang hendak pulang mencoba mencari ojek dan kebetulan tersangka masih berada di lokasi tersebut.

Dalam perjalanan pulang, tersangka tidak mengantarkan korban ke rumah di Kampung Tarandam, Kecamatan Sungai Pagu, melainkan mengarahkan sepeda motor ke perkebunan teh di Sungai Lambai, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan.

Tersangka kemudian memberikan minuman mengandung bius kepada korban hingga merasa pusing dan lemah.

"Di saat tak berdaya itu tersangka melakukan aksinya," ujarnya.

Setelah diperiksa, tersangka membenarkan kejadian tersebut. Korban sendiri juga telah dilakukan visum. RUL kini diamankan di Mapolres Solok Selatan.

Arvi menyebutkan, tindakan asusila merupakan perkara yang menonjol di daerah tersebut setiap tahunnya. Untuk itu ia mengimbau agar orang tua mengawasi pergaulan anaknya.

"Bukan hanya terhadap orang jauh, tapi orang dekat juga perlu diwaspadai," ujarnya.

BACA JUGA: Gadis Tuna Wicara yang Hamil 2 Bulan Ternyata Korban Perdagangan Orang, Nih Muncikarinya

Ia mengatakan, media sosial juga dimanfaatkan oleh orang-orang yang memiliki niat jelek. Ia mengimbau, orang tua juga harus mengawasi media sosial anaknya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
pencabulan   Padang  

Terpopuler