Tumbuh Subur, Warung Remang dengan Wanita Penghibur

Selasa, 03 Juli 2012 – 09:36 WIB

MALINGPING – Warung remang-remang (warem) selalu menyajikan kesenangan tersendiri bagi para tamunya. Selain minuman keras, warem identik dengan wanita penghibur. Hal itu pula yang tampak di pesisir Pantai Bagedur, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping. Jejeran warung yang dibangun semipermanen itu diduga dijadikan tempat mesum dan menjual minuman keras setiap malam.

Pantauan wartawan, ada puluhan warung yang berjejer. Di antara warung rokok, terdapat warung yang menjajakan minuman keras dan wanita penghibur. Seperti terlihat di pesisir Pantai Bagedur ke arah Pantai Talanca, beberapa wanita dengan pakaian seksi tampak duduk-duduk sambil mengisap rokok.

“Ada beberapa warung di sini (Pantai Bagedur) yang menyediakan wanita penghibur,” kata salah seorang pedagang di Pantai Bagedur yang tidak mau namanya disebutkan saat ditemui di warungnya, Senin (2/7).

Bahkan, kata sumber, di warung tersebut disediakan minuman keras beraneka ragam. Katanya, mayoritas wanita pekerja seks komersial (PSK) yang berada di warem  tersebut berasal dari Kabupaten Pandeglang. “Biasanya warem-warem itu ramai pada malam hari,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, tokoh agama Kecamatan Malingping, Kiai Ading Subarna, mengatakan, sering mendapat laporan soal warem yang berada di Pantai Bagedur dari masayarakat. Kata Ading, keberadaan warem ini harus segera ditindak lantaran sudah meresahkan masyarakat dan bisa merusak moral bangsa.

“Selama ini, kita menunggu tindakan tegas dari pihak kecamatan untuk menutup segala tempat berbau maksiat di Malingping,” kata Ading melalui telepon seluler.

Menurutnya, bila pihak kecamatan tidak segera melakukan tindakan tegas, dikhawatirkan masyarakat yang turun sendiri untuk melakukan penutupan. Apalagi, kata Ading, sebentar lagi bulan Ramadan akan segera datang. “Keberadaan warem di Pantai Bagedur sudah meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Camat Malingping Ade Sutiana mengatakan, bila benar di Pantai Bagedur terdapat warung yang menyediakan PSK dan menjual minuman keras, pihaknya akan melakukan tindakan tegas dengan melakukan penutupan. Kata Ade, tindakan tegas juga sudah diambil pihaknya untuk menutup tempat penginapan di Malingping yang kedapatan menyediakan PSK.

“Kita tidak tahu ada warem di Pantai Bagedur. Bila benar ada warem tentunya akan saya tindak,” tegasnya.

Ade menambahkan, sebelum dilakukan penutupan warem di Pantai Bagedur, pihaknya harus melakukan penelusuran. Hal ini dilakukan lantaran ada juga warung di Pantai Bagedur yang tidak menyediakan PSK. “Kita khawatir saja ada warung tidak menyediakan PSK yang ikut dibongkar,” pungkasnya. (mg-09/bon/ags)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ratusan Hektare Sawah di Kuningan Puso


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler