Tuntaskan Akuisisi iBox, Erajaya Perluas Bisnis Ritel

Kamis, 31 Mei 2012 – 00:52 WIB

JAKARTA - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) resmi mengakuisisi iBox senilai USD 18 juta. Transaksi atas peritel premium produk ponsel pintar dan  gadget merk Apple itu dilakukan dengan Grandoff International Limited Singapore dan PT Hidup Gaya Digital selaku pemegang hak usaha Ibox.

"Perjanjian bersyarat  sudah dilakukan. Penutupan transaksi diharap rampung 1 Juli mendatang,‚Äù tutur Sim Chee Ping, Direktur Erajaya, di Jakarta, Selasa (30/5).

Sim Chee menyebut transaksi dilakukan anak usaha perseroan yaitu PT Data Citra Mandiri. Akuisisi itu dilakukan dengan tujuan utama memperluas bisnis ritel perseroan. iBox merupakan toko ritel produk Apple terbesar di Indonesia.

Nah, dengan menguasai bisnis ritel iBox bisa meningkatkan jumlah outlet dan jaringan yang ada. "Tentu saja akan memperkuat portofolio usaha kami di bidang distribusi seluler di Indonesia," ujar Sim Chee.

Saat ini, iBox tercatat memiliki 20 outlet tersebar pada sejumlah kota Indonesia. Setelah rencana akuisisi terlaksana, perseroan dalam waktu 1-2 bulan akan membuka empat outlet iBox baru. Dua lokasi masuk peta rencana outlet baru Kemang dan Casablanca, Jakarta Selatan (Jaksel).

"Aslinya rencananya ada empat outlet. Tapi, untuk dua lokasi lainnya masih kita pertimbangkan," jelasnya.

Dalam rencana manajemen, setelah empat outlet itu berdiri, akan menambah hingga enam outlet hingga penghujung 2012. Dengan begitu, genap sepuluh outlet iBox baru yang bakal dikembangkan perseroan tahun ini.

"Dengan kalkulasi Rp 1,2 miliar per outlet maka menyedot investasi total senilai Rp 12 miliar untuk IBox. Itu sudah masuk dalam rencana belanja modal sebesar Rp 90 miliar tahun ini," tegasnya.

Perseroan berharap dari bisnis ritel produk Apple ini, mengantongi penjualan konsolidasi sebesar 10-15 persen pada 2012. Pada kuartal tiga 2012, penjualan produk ini akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Erajaya.

Sementara, target penjualan Erajaya secara total diperkirakan naik 60 persen menjadi Rp 11,04 triliun edisi 2011 di level Rp 6,9 triliun.

Perseroan tidak membagi dividen tahun 2011. Di mana senilai Rp 1 miliar ditempatkan sebagai cadangan dan seluruh sisa laba sebesar Rp 254,4 miliar dipakai untuk kebutuhan pengembangan usaha perseroan. Di samping itu, perseroan juga menunjuk Hasan Aula sebagai Wakil Direktur Utama yang merupakan jabatan baru di perseroan. (far)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Susi Air Lebih Memilih Pilot Asing


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler