Turki Makin Meresahkan, Yunani Borong Jet Tempur Prancis

Selasa, 08 September 2020 – 19:38 WIB
Yunani meningkatkan belanja militer sebagai antisipasi terhadap manuver Turki di perairan Mediterania Timur. Foto: Reuters

jpnn.com, ATHENA - Yunani berencana meningkatkan kekuatan militer, termasuk dengan membeli senjata dan menggenjot industri pertahanan, seiring dengan makin meresahkannya tindak tanduk Turki di perairan Mediterania Timur.

Negara itu ingin menghabiskan sebagian dari cadangan uang tunai senilai miliaran euro untuk sektor pertahanannya.

BACA JUGA: Pembunuh Khashoggi Sudah Diadili, Turki Tetap Serang Arab Saudi

"Kami sedang dalam pembicaraan dengan sekutu untuk meningkatkan angkatan bersenjata kami," juru bicara pemerintah Stelios Petsas mengatakan kepada wartawan, Senin (7/9).

Dia menambahkan bahwa Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis akan menguraikan rencananya selama pidato kebijakan ekonomi tahunan akhir pekan ini.

BACA JUGA: COVID-19 Tak Terkendali, Turki di Ambang Krisis ICU

Seorang pejabat pemerintah Yunani mengatakan kepada Reuters minggu lalu bahwa Athena sedang dalam pembicaraan dengan Prancis dan negara-negara lain mengenai akuisisi jet tempur.

Yunani juga telah mencoba selama lebih dari satu dekade untuk mengonsolidasikan dan memprivatisasi perusahaan pertahanannya yang merugi.

BACA JUGA: Amerika Cabut Embargo Senjata Siprus, Turki Langsung Kebakaran Jenggot

Mitsotakis akan bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Corsica pada hari Kamis, sebelum KTT para pemimpin Eropa Selatan (MED7) di pulau Corsica, Prancis.

Petsas mengatakan kerja sama di bidang pertahanan antara kedua negara juga akan menjadi agenda.

Turki dan Yunani telah lama tidak sepakat tentang luas landas kontinen mereka. Ketegangan meningkat bulan lalu setelah Ankara mengirim kapal eksplorasi ke perairan yang disengketakan, disertai dengan kapal perang, beberapa hari setelah Yunani menandatangani kesepakatan maritim dengan Mesir.

Ankara sejak itu memperluas ekplorasi kapal di wilayah yang lebih luas, mengeluarkan pernyataan yang oleh Athena disebut ilegal.

Pemimpin konservatif Yunani membahas liku-liku terbaru dalam perselisihan dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel, yang memimpin pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa, selama pembicaraan melalui telepon pada Senin. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler