Tutup Tahun, Mbak Okky Soroti Persoalan BPJS Kesehatan

Selasa, 31 Desember 2019 – 23:59 WIB
Okky Asokawati. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Bidang Kesehatan DPP Partai NasDem Okky Asokawati berharap pemerintah pada 2020 lebih meningkatkan kinerja di bidang kesehatan. Ia menyoroti sejumlah persoalan krusial yang bakal terjadi di tahun 2020.

"Masalah utama yang bakal menyita perhatian publik tak lain soal BPJS Kesehatan. Pemerintah tetap bersikukuh menaikkan iuran BPJS Kesehatan hingga 100 persen di Januari 2020 ini. Ada dampak yang bakal muncul atas kenaikan ini," ujar Okky di Jakarta dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12).

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Bantah Punya Utang Rp 1,2 Triliun pada Muhammadiyah

Mantan anggota Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan itu menyebutkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan merujuk Perpres Nomor 75 Tahun 2019 ini akan membebani masyarakat khususnya peserta kelas III. Apalagi, hingga saat ini pemerintah belum memastikan perbaikan layanan fasilitas bagi peserta BPJS Kesehatan seiring dengan kenaikan 100 persen tersebut.

"Peserta BPJS Kesehatan khususnya kelas III terbebani dengan kenaikan ini. Pemerintah mestinya telah berhitung dengan seksama atas kenaikan ini bagi masyarakat," urai Okky.

BACA JUGA: Pemkab Daftarkan Seribu Honorer ke BPJS Ketenagakerjaan

Di bagian lain, model senior ini menyebutkan rencana reformasi tata kelola obat di Indonesia diharapkan dapat terealisasikan di 2020. Menurut dia, persoalan obat baik dari sisi hulu hingga hilir menjadi persoalan serius di sektor kesehatan masyarakat.

"Harapannya, ada desain besar dalam reformasi tata kelola obat nasional dari hulu hingga hilir. Ujungnya harga obat murah, rakyat dapat menjangkau dengan mudah serta tidak ada lagi persoalan pemalsuan obat di pasaran," tambah Okky.

BACA JUGA: MP BPJS Malaysia Mendirikan Posko Pendaftaran dan Pengaduan Peserta BP Jamsostek PMI

Okky yang juga Direktur Okky & Walla (Human Developemnt Capital) ini menyoroti persoalan penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit menular yang menghantui kualitas masyarakat Indonesia. Menurut dia, pemerintah harus lebih memerhatikan persoalan PTM di Indonesia dengan melakukan serangkaian upaya pencegahan lebih masif kepada masyarakat.

"Seperti penderita TBC di Indonesia jumlahnya terbesar ketiga di dunia. Ini angka yang memprihatinkan. Pemerintah diharapkan memberi perhatian yang lebih di masalah penyakit tidak menular ini," harap Okky.

Dia berharap, Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto yang baru menjabat untuk melakukan terobosan dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Ia mencontohkan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) agar dapat menjadi gerakan masif di seluruh Indonesia. "Saya berharap Menteri Kesehatan yang baru agar melakukan terobosan yang konkret di bidang kesehatan," pinta Okky.

Dia menuturkan 2020 menandai satu dekade menjelang momentum bonus demografi di Indonesia yang terjadi pada 2030. Menurut dia, bonus demografi tersebut akan sia-sia dan justru menimbulkan masalah kalau persoalan kesehatan warga tidak menjadi prioritas.

"Tahun 2030 diprediksikan akan terjadi bonus demografi di Indonesia. Ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia dengan catatan, warga Indonesia sehat lahir dan batin," kata Okky. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler