Uang Rp120 Juta Hasil Penjualan Telur Raib Dibawa Perampok

Kamis, 14 November 2019 – 17:36 WIB
Tim Serse Polsek Pancurbatu memperlihatkan tiga tersangka beserta barangbukti Toyota Avanza yang digunakan untuk merampok. Foto: Polsek Pancurbatu untuk SUMUT POS

jpnn.com, PANCURBATU - Tiga pelaku yang terlibat dalam kasus perampokan pedagang telur Prisdiantoro Aritonang, 25, warga Perumahan Addres Cempaka Madani, Gaperta Ujung, Medan, Sumut, berhasil diringkus jajaran Reskrim Polsek Pancurbatu.

Ketiga tersangka masing-masing, Mittun Angkat, 22, warga Jalan Air Bersih, Kecamatan Sidikalang, Dairi; Masriadi Situngkir, 25, warga Perumahan Cempaka Madani, Jalan Gaperta Ujung, Medan dan Lolo Banurea, 25, warga Jalan Tiga Lingga KM 5, Desa Tambahan, Kecamatan Siepat Nempuh, Dairi.

BACA JUGA: Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pelaku Perampokan SPBU Simpang Tais

Saat beraksi ketiga tersangka berhasil membawa kabur uang tunai hasil penjualan telur sebesar Rp120 juta.

Kanit Reskrim Polsek Pancurbatu Iptu Suhaily Hasibuan mengatakan, para pelaku sebelumnya beraksi di Tikungan Amoy, Jalan Jamin Ginting, Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, Senin (11/11) sekira pukul 19.00 WIB.

BACA JUGA: Ahok Mau Jadi Bos BUMN, Novel 212 Bilang Begini

“Senin (11/11) sekira pukul 06.00 WIB, korban dan sopirnya Masriadi berangkat dari Jalan Cempa, Gaperta, Medan mengendarai Mitshubishi L-300, BK 8271 RE. Mereka membawa muatan telur untuk dijual di Kabupaten Karo,” kata Suhaily, Rabu (13/11) siang.

Prisdiantoro kemudian tiba di Berastagi sekira pukul 10.00 WIB lalu menjual dagangan mereka hingga sore.

BACA JUGA: Berita Terbaru Soal Oknum TNI-Polisi yang Baku Hantam di Tengah Jalan, Dua Lawan Satu

“Sekira pukul 18.30 WIB, korban berniat kembali ke Medan. Sesampainya di Tikungan Amoy Bandar Baru, mobil mereka dipepet mobil Avanza warna silver BK 1406 OR (plat palsu),” beber Suhaily.

Setelah mobil Prisdiantoro berhenti, dari mobil Avanza kemudian keluar tiga pria yang langsung mendatanginya. Sejurus kemudian, salah seorang dari mereka memukul Prisdiantoro dengan benda berbentuk pistol (diduga pistol mainan) dan langsung berusaha menarik tas yang disandang korban.

“Karena korban berusaha melawan, tersangka kemudian memukul kepala korban dengan batu sebanyak tiga kali sehingga korban tak berdaya. Selanjutnya, para tersangka melarikan diri ke arah Kota Medan,” jelas Suhaily.

Kemudian, korban dan sopirnya mendatangi Mapolsek Pancurbatu dan membuat pengaduan terkait kejadian itu.

“Jadi, saat di Polsek, kami interogasi korban dan sopirnya. Setelah dilakukan interogasi, sopir kami bawa untuk cek TKP dan reka ulang. Akhirnya si sopir ini mengakui keterlibatannya dalam perampokan tersebut,” beber Suhaily.

Selanjutnya, dari Masriadi, polisi kemudian mengetahui identitas ketiga rekannya yang terlibat dalam perampokan tersebut. Polisi kemudian membawa Masriadi untuk mengejar rekan-rekannya, Selasa (12/11).

“Berdasarkan informasi dari tersangka Masriadi, teman-temannya berada di seputaran Simpang Pos, Jalan Jamin Ginting, Medan. Tim yang dipimpin Kanit Reskrim kemudian melakukan patroli di seputaran Jalan Jamin Ginting Simpang Pos hingga ke Jalan AH Nasution,” sebutnya.

“Sekira pukul 14.00 WIB, kami melihat mobil Avanza BK 1525 IM silver melintas dari Simpang Pos. Keterangan tersangka Masriadi, itu adalah mobil yang digunakan saat perampokan,” jelas Suhaily.

Polisi kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan mobil tersebut di depan SPBU, Jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor.

“Dari dalam mobil tersebut kami amankan dua tersangka lainnya yang ikut melakukan perampokan. Hasil interogasi terhadap keduanya, seorang rekan mereka lainnya berinisial RA. Kami masih terus memburunya,” sambungnya.

Dari pengungkapan itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah batu, topi hitam, pecahan plastik gagang senjata mainan, sisa uang hasil rampokan Rp2.596.000, tas sandang hitam abu merk Support, satu unit mobil Toyota Avanza BK 1525 IM warna Silver.

BACA JUGA: Struktur Kepangkatan di Tubuh Polri Bakal Ada Perubahan

“Korban mengalami kerugian sebesar Rp120.000.000,” pungkas Suhaily.(bbs/ala)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler