Ubah Pola Kebiasaan Makan Dengan 4 Cara Ini Supaya Asam Lambung tak Naik

Selasa, 07 Januari 2020 – 10:41 WIB
Sakit perut karena asam lambung naik. ILUSTRASI. Foto: Laman India Times

jpnn.com - Susu beserta seluruh produk olahannya, seperti yoghurt dan keju, dikabaran bisa menjadi penyebab asam lambung naik.

Pengaruh susu terhadap lambung

BACA JUGA: Benarkah Produk Olahan Susu Menyebabkan Asam Lambung Naik?

Dilansir dari Medical News Today, salah satu hal yang bikin asam lambung naik adalah kandungan lemak yang tinggi. Lemak yang tinggi tak cuma didapat dari susu, melainkan makanan lain.

Misalnya, daging merah berlemak, makanan yang digoreng, makanan yang menggunakan banyak mentega, dan makanan bersantan. 

BACA JUGA: 3 Cara Menghindari Asam Lambung Yang Sering Kambuh

Lemak yang tinggi tidak memicu asam lambung naik. Hanya saja, makanan tersebut mampu melemahkan kemampuan otot pemisah antara lambung dan kerongkongan (sfingter). Alhasil, isi perut pun bisa dengan mudah kembali ke atas (tidak tertahan dengan baik) dan memicu gejala gastroesophageal reflux disease (GERD) berikut ini:

Susu, terutama yang tinggi lemak memang bisa jadi penyebab asam lambung naik. Itu sebabnya, penderita asam lambung lebih baik memilih susu rendah lemak, seperti susu almond dan susu kedelai.

BACA JUGA: Ini Penyebab Asam Lambung Sering Kambuh di Malam Hari

Selain susu, atur asupan dan menjalani kebiasaan makan di atas juga dapat menghindari naiknya asam lambung.

Cara agar Asam Lambung Tak Naik ke Kerongkongan

Bila ingin mencegah asam lambung naik, yang dilakukan bukan cuma menghindari makanan yang dapat melemahkan otot esofagus, seperti susu tinggi lemak dan produk olahannya. Anda juga disarankan untuk mengubah pola kebiasaan atau cara makan. 

Adapun kebiasaan makan yang bisa diterapkan menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, antara lain sebagai berikut: 

1. Makan sedikit, tetapi sering

Ganti pola makan tiga kali sehari dengan frekuensi makan yang lebih sering. Namun porsi makan yang diambil lebih kecil. Porsi makan yang besar dapat membuat otot esofagus kewalahan sehingga menyebabkan terjadinya refluks.

2. Jangan langsung berbaring

Berbaring setelah makan, apalagi sehabis makan berat akan membuat isi perut naik lagi ke atas. Posisikan badan secara tegak selama dua jam terlebih dulu (duduk atau berdiri) supaya isi perut tidak naik lagi ke esofagus.

3. Camilan sebelum tidur

Konsumsi camilan yang mengandung tepung atau pati satu jam sebelum tidur, tanpa minum. Camilan ini bisa berupa biskuit, kentang panggang, atau roti. Tepung atau pati dapat membantu menyerap asam lambung dan mencegah terjadinya refluks saat Anda tidur.

4. Minum di antara makan, bukan bersama makanan

Cara minum ini dapat mencegah terjadinya kembung. Kondisi ini sering memicu terjadinya refluks asam lambung karena lambung terlalu banyak terisi air.

Jika gejala GERD tetap muncul meskipun Anda sudah melakukan cara yang dianjurkan, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam untuk pengobatan yang tepat.

Pasalnya, GERD yang tidak diobati berpotensi menjadi barrett esophagus (komplikasi GERD yang merupakan perlukaan lapisan) hingga kanker. 

Susu, terutama yang tinggi lemak memang bisa jadi penyebab asam lambung naik. Itu sebabnya, penderita asam lambung lebih baik memilih susu rendah lemak, seperti susu almond dan susu kedelai.

Selain susu, atur asupan dan menjalani kebiasaan makan di atas juga dapat menghindari naiknya asam lambung.(HNS/AYU/klikdokter)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler