UEA Bakal Jadi Arab Pertama di Mars

Senin, 20 Juli 2020 – 11:52 WIB
Uni Emirat Arab (UEA) sukses meluncurkan misi pertamanya ke Mars, Senin (20/7)

jpnn.com, ABU DHABI - Uni Emirat Arab (UEA) sukses meluncurkan misi pertamanya ke Mars, Senin (20/7). Roket Harapan meluncur dari Pusat Antariksa Tanegashima Jepang pada pukul 01.58 waktu UEA.

Misi menempuh perjalanan selama tujuh jam menuju Mars, tempat roket itu akan mengorbit dan mengirimkan data menyangkut atmosfir.

BACA JUGA: Mimpi Elon Musk ke Mars Gagal Lagi, Roketnya Meledak

Misi pertama Arab ke planet merah itu pada awalnya direncanakan diluncurkan 14 Juli, tetapi mengalami penundaan karena cuaca buruk.

Setelah sedikit lebih dari satu jam setelah diluncurkan, roket itu mengeluarkan panel-panel tenaga surya untuk menggerakkan sistem roket dan membentuk komunikasi radio dengan misi di Bumi.

BACA JUGA: Luncurkan Satelit Pertama 50 Tahun Lalu, Tiongkok Kini Siap Menjelajahi Mars

Saat ini, ada delapan misi aktif yang sedang menjelajahi Mars.

Beberapa misi mengitari planet tersebut, sementara sejumlah lainnya telah mendarat di permukaan Mars. Tiongkok dan Amerika Serikat masing-masing berencana mengirim misi tahun ini.

BACA JUGA: NASA Kembali Mendarat di Mars, Targetkan 2030 Kirim Manusia

Menteri Ilmu Pengetahuan Tinggi Sarah Amiri mengatakan, misi Mars Emirat menghabiskan biaya USD 200 juta (sekitar Rp 2,9 triliun). Misi tersebut dibentuk untuk memberikan gambaran lengkap atmosfir Mars untuk pertama kalinya, juga mempelajari perubahan setiap hari dan musiman.

UEA pertama kali mengumumkan misi itu pada 2014 dan meluncurkan Program Antariksa Nasional pada 2017 untuk membangun keahlian warganya.

Penduduk UEA, yang berjumlah 9,4 juta orang dan sebagian besar merupakan warga negara asing, kurang memiliki basis keilmuan dan industri menyangkut perjalanan ruang angkasa.

Negara itu memiliki rencana ambisius untuk menyelesaikan misi Mars pada 2117. Hazza al-Mansouri pada September tahun lalu menjadi orang Emirat pertama yang berada di luar angkasa saat ia terbang ke Stasiun Antariksa Internasional.

Dalam mengembangkan dan membuat Roket Harapan, Pusat Antariksa Mohammed Bin Rashid (MBRSC) milik Emirat dan Dubai bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan Amerika Serikat.

Pusat antariksa MBRSC di Dubai akan mengawasi keberadaan pesawat antariksa itu selama perjalanan sejauh 494 juta kilometer pada kecepatan rata-rata 121.000 kilometer per jam. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler