UGB Curi Perhiasan di Bulan Ramadan

Senin, 14 April 2014 – 15:51 WIB

jpnn.com - BALIKPAPAN - Masyarakat Balikpapan pasti sudah mendengar soal perseteruan antara Ustaz Guntur Bumi (UGB) dengan sejumlah pasiennya dengan tudingan penipuan dan pelecehan di berbagai televisi nasional. Rupanya, suami artis Puput Melati ini juga dilaporkan ke polisi oleh seorang pengusaha asal Balikpapan.

Adalah pasangan suami istri Abdul Rauf Hakim dan Yustdiana Hakim yang menjadi korban kasus pencurian sejumlah perhiasan emas senilai ratusan juta rupiah oleh UGB. Bagaimana kronologi pencurian emas yang dilakukan UGB itu bisa terjadi?

BACA JUGA: Direpotkan Kantor Pajak Lantaran Masuk Daftar Orang Terkaya

Rauf dan Yustdiana dalam sebuah tayangan, mengungkapkan bermula saat pasangan suami istri menggelar pengobatan massal di kediamannya yang informasinya di kawasan Jalan MT Haryono, tak jauh dari Rumah Sakit Umum Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Keduanya mengundang UGB pada bulan Ramadan tahun 2012 lalu.

Kala itu UGB datang bersama istrinya, Puput Melati dan beberapa anak buahnya. "Ya waktu itu tanggal 12 Agustus 2012, waktu itu pas bulan puasa. Setelah selesai pengobatan massalnya, dia (UGB) datang ke rumah untuk melakukan pengobatan, anak buahnya ada bantu dua orang," ungkap Yustdiana.

BACA JUGA: Victoria Rencanakan Intimate Party

Namun kemudian, Yustdiana shock bukan kepalang ketika mengetahui beberapa perhiasan yang kabarnya mencapai 200 gram diletakkan di meja rias raib begitu saja usai dari kamar mandi.

"Selesai pengobatan itu dia keluar, perhiasan saya ada di meja rias, tidak tertutup apa-apa dan tidak ada pikiran macam-macam kalo UGB akan ambil," imbuhnya.

BACA JUGA: Regina Idol Ngebet Dihamili Bule

Rupanya, kecurigaan atas UGB menguat setelah melihat tayangan yang direkam kamera CCTV di ruang tengah. Apalagi ada kejanggalan ketika Yustdiana sempat ditanya oleh UGB soal CCTV.

"Bu aji (hajah), apa CCTV itu ada sampai dipasang di kamar? Saya bilang, loh pak ustaz ini ada-ada aja, saya bilang sampai di kamar tidak mungkin, mana ada CCTV di kamar, sambil bercanda.

Beberapa menit kemudian semua berdiri, mau ambil wudhu salat magrib. Saya keluar dari kamar mandi, saya noleh ke meja rias kok tidak ada emas saya, saya tanya pembantu saya, Bi mana perhiasan ini? Bibi waktu itu mau ambil mukena, dijawab tadi ada di sini,” terang Yustdiana menirukan percakapannya kala itu. Perempuan berambut panjang ini juga sempat menanyakan perihal perhiasan ini kepada suaminya Abdul Rauf Hakim.

”Saya tanya suami saya, bapak bingung cuma bilang ‘nanti saja mau salat dulu’ karena banyak tamu dan anak panti asuhan juga waktu itu,” ungkapnya.

Rauf yang baru masuk ke dalam kamar juga sempat kaget, perhiasan istrinya hilang. Lantas ia sempat mengumpulkan beberapa orang yang ada di dalam rumahnya. “Saya panggil mertua dan pembantu masuk ke dalam. Siapa yang simpan punya ibu di sini? Cuma bibi saya bilang kalau UGB saja yang masuk.

Ya sudahlah saya bilang, tak usah pikirkan itu, karena UGB mau pamit pulang, sempat ngobrol juga waktu itu (dengan UGB sebelum ke bandara),” kata Rauf.

Sebelum naik mobil, sang istri sempat bicara kepada Rauf meminta agar UGB membantu mencari tahu di mana emas itu berada.

"Istri saya bilang, coba tanya UGB ‘kan dia orang pintar, emas saya hilang. Baru UGB nyuruh ambil tanah di pot, tanahnya ditaruh di tangan istri saya.

Baru dia bilang, Bu Aji emasnya Insya Allah pasti kembali, kalau tidak kembali ikhlaskan aja,” tutur Rauf lagi.

UGB berserta rombongan sudah pergi. Lantas Rauf dan istrinya merasa curiga jika UGB yang mencuri, karena tidak ada orang lain yang masuk ke dalam kamar, ini juga dibuktikan dari kamera CCTV yang melihat UGB masuk ke dalam kamarnya.

Rauf meminta beberapa anak buahnya ke Bandara Internasional Sepinggan dan ke kantor polisi. “Yang lain saya suruh ke bandara, tapi saya bilang ke sana jangan sampai mencurigakan. Kemudian ada telepon dari anak buah, Pak Haji ternyata emasnya ada, di dalam tas UGB. Maunya ditangkap, biar tahu kelakuan UGB kayak begitu,” tandas Rauf.

Begitu tahu, Rauf langsung meluncur ke bandara menemui UGB yang hendak naik pesawat menuju Jakarta. UGB disergap menyimpan barang bukti satu set perhiasan emas yang dibungkus dengan plastik.

"Waktu penangkapan itu juga ada polisi, tapi bukan ditangkap gimana gitu. Tapi karena UGB ‘kan melewati sensor atau xray-nya bandara, jadi terlihat emasnya, barulah disergap," tutur Rauf.

"Gelang ini kan adanya di kamar, penutup ini ‘kan adanya di lantai atas, berarti kan emas ini dibawa dia ke atas lalu dibungkus di atas," sambil menunjukkan sebuah plastik yang diduga digunakan UGB untuk membungkus perhiasan yang dicurinya.

"Kalau kau tidak akui kesalahanmu, saya akan tahan semua. Dia jawabnya, saya minta maaf ini kelakuannya anak buah saya. Saya bilang lagi, kalau nggak ada yang mengaku tangkap saja semuanya," tegas Rauf saat itu.

“Masalah perhiasan Pak Haji yang dicuri oleh UGB. Pak Haji datang (ke bandara) sempat cekcok, ribut, saya tidak tahu UGB ngaku atau tidak.

Beliau (Rauf) emosi, bilang ke saya sudah tangkap aja ini Pak Eko. Begitu saya mau dekati UGB, tahu-tahu UGB berdiri dan memeluk Pak Haji, diajak keluar. Anehnya setelah kembaIi, emosinya (Rauf) sudah turun. Barang buktinya banyak ada gelang, cincin sekira 10-an lebih jumlahnya,” beber seorang polisi di Bandara Sepinggan, Brigadir Eko.

Eko juga menyebut, saat itu UGB terlihat tenang, hanya Puput Melati yang terlihat gelisah. Selain perhiasan curian, UGB juga menyimpan senjata api.

“Cuma begitu saya konfirmasi dibagasikan, saya tanya surat-suratnya lengkap dari Perbakin (Persatuan Penembak Indonesia) dan mabes (Mabes Polri) juga ada,” kenang Eko.

"Akhirnya dia berdiri dan peluk saya, dan dia bilang, tolong kasihani saya, selamatkan saya, kasihan istri dan anak saya," cerita Rauf menirukan pengakuan UGB kala itu.

Saat itu juga Rauf menjawab "Saya ‘kan cuma butuh pengakuan saja, kalau kau malu mengaku di sini, kita bicara ke luar. Jaraknya puput (Puput Melati) nunggu sekitar 2 meter, dia menyaksikan, saya kasihan melihat dia itu,” katanya. "Dan dia pun akhirnya mengaku, dia bilang, saya salah dan saya khilaf," ucap Rauf lagi.

Lalu dengan berbagai pertimbangan dan permintaan dari Yustdiana, Rauf memutuskan untuk tidak memperkarakan kasus tersebut ke pihak yang berwajib dan melepaskan UGB kala itu.

"Kenapa saya meminta suami saya mebebaskan dia, karena saya manusia biasa, masih punya perasaan, bahwa setiap manusia yang mengakui kesalahannya wajar memaafkan dan bulan puasa. Pak tolong maafkan, kasian dia’ akhirnya dimaafkan. Padahal waktu itu sudah mau dibawa ke polda,” tutur Yustdiana.

Sayangnya menurut Rauf, bukan cuma dirinya yang menjadi korban penipuan dan pencurian ulah UGB. Itu sebabnya kini ia dan istrinya memutuskan untuk kembali memperkarakan kasus tersebut ke polisi. Keduanya menuntut agar UGB mengembalikan segala bentuk kerugian materi yang dialaminya dua tahun lalu itu. (die/sis)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Christina Perri Takut Diperkosa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler