Ukraina Bantah Tukar Tawanan dengan Rusia

Sabtu, 31 Agustus 2019 – 02:49 WIB
Tentara Ukraina. Foto: Reuters

jpnn.com, KIEV - Kantor Kepresidenan Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada Jumat mengatakan belum ada pertukaran tahanan dengan Rusia dan prosesnya sedang berlangsung, menyusul unggahan di Facebook sebelumnya oleh jaksa penuntut umum Ukraina yang menyatakan bahwa pertukaran telah selesai.

Ukraina berharap mengamankan pembebasan puluhan tahanan, termasuk 24 pelaut yang ditahan oleh pihak Rusia di Selat Kerch tahun lalu, serta produser film Oleg Sentsov.

BACA JUGA: Siswa SMK Indonesia Boyong 15 Medali pada WSC Rusia

"Proses pertukaran tahanan sedang berlangsung. Informasi yang menyatakan bahwa pertukaran tahanan itu sudah selesai, adalah tidak benar," kata kantor presiden dalam sebuah pernyataan. Kantor berita Rusia Interfax juga mengutip sebuah sumber di Moskow yang menyangkal bahwa telah terjadi pertukaran tahanan.

Jaksa Penuntut Umum Ukraina sebelumnya telah memposting ulang komentar di Facebook bahwa para nelayan dan Sentsov terbang kembali dari Rusia setelah pertukaran tahanan selesai.

BACA JUGA: Makin Akrab dengan Rusia, Turki Pertimbangkan Beli Jet Tempur Sukhoi

BACA JUGA: Sah, Rakyat Ukraina Pilih Pelawak Jadi Presiden

Rusia telah memindahkan Sentsov dari penjara Arktik yang terisolir ke tahanan di Moskow di tengah pembicaraan dengan Kiev mengenai kemungkinan pertukaran tahanan, kantor berita TASS dan Interfax melaporkan pada hari Kamis.

BACA JUGA: Iran Pamerkan Senjata Antirudal Buatan Dalam Negeri, Kemampuannya Setara Milik Rusia

Pengadilan Ukraina juga membebaskan seorang jurnalis senior Rusia yang dituduh mendukung separatis pro-Rusia.

Mengamankan pertukaran tahanan akan menjadi kemenangan bagi Zelenskiy, yang menjadi presiden tahun ini berjanji untuk mengakhiri konflik di Ukraina timur.

Pasukan Ukraina telah bertempur melawan pasukan yang didukung Rusia di wilayah Donbass di Ukraina timur sejak 2014, dalam konflik yang telah menewaskan lebih dari 13.000 jiwa. Pertempuran sporadis tetap berlanjut meskipun sudah ada perjanjian gencatan senjata.

Rusia menahan puluhan tawanan Ukraina dari kawasan konflik. Oleksandr Danylyuk, seorang pejabat tinggi keamanan Ukraina, mengatakan kepada media Ukraina bahwa dia berharap pertukaran tahanan mungkin terjadi pada Jumat. "Kita harus menunggu pertukaran dan kemudian berkomentar," katanya. (ant/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Uni Eropa Jadi Penghalang Rusia Kembali ke G7


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler