Sejumlah iklan meminta para pendukung Kardinal George Pell untuk turut menyumbangkan dana bagi tokoh senior Katolik yang kini dibelit masalah hukum.

Iklan-iklan itu muncul dalam media Catholic Weekly yang diterbitkan oleh Keuskupan Agung Sydney.

BACA JUGA: Protes Serikat Pekerja di Melbourne Soal Upah Minimum

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di website media ini, disebutkan:

"Ketika Kardinal Pell cuti dari jabatannya sebagai Prefek Sekretariat Vatikan Bidang Ekonomi dan secara sukarela kembali ke Australia hampir 12 bulan lalu untuk menghadapi dakwaan, banyak pendukung ingin berkontribusi bagi biaya hukumnya."

BACA JUGA: Pemerintah Australia Bekukan Anggaran ABC Senilai 84 Juta Dolar

Kardinal Pell kini menghadapi tuduhan pelanggaran seksual di masa lalu. Dia telah mengaku tidak bersalah terhadap segala tuduhan tersebut.

Pemberitraan media memperkirakan bahwa setiap kali persidangan, Kardinal Pell harus menghabiskan puluhan ribu dolar.

BACA JUGA: China Harus Lebih Terbuka Terkait Investasinya Di Indonesia

Persidangan pertama setelah ia resmi menjadi tersangka diperkirakan akan ditetapkan minggu depan.

Kalangan praktisi dan pengamat hukum menanggapi beragam munculnya iklan ini.

Pengacara Peter Kelso, yang membela banyak korban pelecehan seksual oleh pemuka agama, mengatakan Kardinal Pell berhak mengumpulkan dana.

"Catholic Weekly adalah satu-satunya wadah yang dapat menerbitkan iklan seperti ini," katanya.

Namun Ingrid Irwin, seorang pengacara yang sebelumnya mewakili sejumlah pelapor Kardinal Pell, menggambarkan iklan itu "sangat tidak adil".

Sumbangan tersebut dikelola oleh perusahaan Ferdinand Zito and Associates.

Seorang juru bicara perusahaan kepada ABC mengatakan tidak dapat berkomentar karena alasan profesional hukum.

Katrina Lee dari Keuskupan Sydney yang dihubungi ABC merujuk ke pernyataan mereka sebelumnya:

"Pengumpulan dana dilakukan secara independen sehingga orang dapat berkontribusi untuk biayanya. Keuskupan Agung Sydney tidak mengumpulkan atau mengelola dana tersebut," ujarnya.

Keuskupan ini juga sebelumnya menyatakan tidak bertanggung jawab atas biaya hukum Kardinal Pell.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kuburan Pun Bisa Dijadikan Tempat Wisata di Australia

Berita Terkait