UNESCO: Turki Tidak Bisa Seenaknya Mengubah Hagia Sophia Jadi Masjid

Jumat, 10 Juli 2020 – 12:09 WIB
Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Murad Sezer/djo

jpnn.com, PARIS - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengatakan, perubahan status museum Hagia Sophia ditinjau terlebih dahulu oleh komite Warisan Dunia.

Setiap perubahan status museum Hagia Sophia di Istanbul, yang berdiri sejak abad ke-6, juga harus diberitahukan kepada UNESCO.

BACA JUGA: Upaya Erdogan Mengembalikan Fungsi Hagia Sophia Jadi Masjid

Pengadilan administrasi utama Turki hari ini, Jumat (10/7), dijadwalkan mengumumkan putusan terkait status Hagia Sophia. Putusan ini dapat membuka jalan bagi perubahan fungsi bangunan museum menjadi masjid.

UNESCO mengatakan bahwa Hagia Sophia ada dalam daftar Situs Warisan Dunia sebagai museum, dan karena itu memiliki komitmen dan kewajiban hukum tertentu.

BACA JUGA: Upaya Mengubah Hagia Sophia Jadi Masjid Dikritik, Erdogan Geram

"Dengan demikian, negara harus memastikan bahwa tidak ada modifikasi yang merusak nilai universal luar biasa dari sebuah situs yang terdaftar di wilayahnya," kata UNESCO.

"Setiap modifikasi harus diberitahukan sebelumnya oleh negara kepada UNESCO dan ditinjau jika perlu oleh Komite Warisan Dunia," badan PBB itu menambahkan.

BACA JUGA: Gereja Ortodoks Rusia Kecam Rencana Erdogan Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid

UNESCO menyampaikan keprihatinannya kepada pihak berwenang Turki dalam beberapa surat dan menyampaikan pesan itu kepada duta besar Turki untuk lembaga tersebut pada Kamis.

"Kami mendesak pemerintah Turki untuk memulai dialog sebelum keputusan diambil yang dapat merusak nilai universal situs tersebut," kata UNESCO.

Situs Warisan Dunia berada di pusat kerajaan Byzantium Kristen dan Ottoman Muslim dan saat ini menjadi salah satu monumen yang paling banyak dikunjungi di Turki.

Prospek perubahan status museum itu kembali ke masjid telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan pejabat AS, Prancis, Rusia dan Yunani, serta para pemimpin gereja Kristen. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Hagia Sophia   Turki   UNESCO   PBB  

Terpopuler