Uni Eropa Izinkan Serangan Darat ke Somalia

Sabtu, 24 Maret 2012 – 11:22 WIB

BRUSSELS - Uni Eropa  (UE) menyetujui perpanjangan misi untuk memberantas bajak laut di perairan Somalia. Yang terbaru dari perpanjangan mandat tersebut adalah diizinkannya serangan darat ke markas para bajak laut di daratan Somalia.

Perpanjangan ini merupakan lanjutan misi UE yang telah melakukan patroli laut untuk mengamankan jalur perdagangan dunia yang kerap diganggu oleh para perompak itu. Di mana, UE telah menempatkan sekitar 10 unit kapal perang untuk mengawal lalu lintas perdagangan dunia di sekitar teluk Aden sejak 2008 lalu.  

Kapal-kapal tersebut kini diizinkan menembak  perlengkapan  yang diduga  milik para perompak di pesisir. "Rencana Uni Eropa  ini, memungkinkan serangan terhadap instalasi darat  ketika kapal diserang (dibajak) di lautan,’’ ujar Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Garcia-Margallo kepada wartawan seperti dikutip BBC.

UE sendiri  menganggap selain memerangi para perompak perpanjangan misi sekaligus melindungi  kapal bantuan logistik World Food Programme yang membawa bantuan makanan dan obat-obatan bagi para pengungsi di Somalia.

"Keputusan penting hari ini adalah perpanjangan  mandat Atalanta selama dua tahun lebih dan memungkinkan untuk mengambil tindakan lebih kuat di pantai Somalia,’’ ujar kepala Kebijakan Luar Negeri UE Catherine Ashton.

Nantinya dalam operasi ini UE tetap akan bekerjasama dengan pemerintahan transisi Somalia dan organisasi lainnya guna mendukung operasi penumpasan perampok di lautan ini.

Seperti diketahui, hingga saat ini kondisi keamanan di Somalia masih belum setabil. Pemerintahan transisi yang kini berkuasa tidak mampu mengontrol keadaan mengingat sejumlah kelompok  militan bersenjata masih menguasai beberapa bagian negara itu. Pemerintah Somalia hanya menguasai kota  Mogadishu, sementara kelompok militan al-Shabab yang disebut berkongsi dengan al-Qaeda, menguasai sebagian besar wilayah.

Inilah yang kemudian disebut  menyuburkan aksi pembajakan  di pesisir Samudera Hindia itu. Tahun lalu sebuah kapal berbendera Indonesia, MV Sinar Kudus juga pernah dibajak.

Rabu (21/3) lalu, seorang perempuan asal Inggris Judith Tebbutt dibebaskan perompak Somalia setelah disandera selama enam bulan. Times, menyebut pembebasan tersebut berhasil setelah keluarga membayar  sekitar USD 1.3 juta yang dijatuhkan dari sebuah pesawat.(afp/bbc/zul/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Donasi Organ Tubuh Tahanan di Cina Dihentikan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler